SMK Angkasa 1 Bandung Juara Free Fire GYC 2026, Bawa Pulang Rp30 Juta dan Beasiswa Kuliah
SMK Angkasa 1 Bandung juara Free Fire GYC 2026 pada debutnya, raih dana pendidikan Rp30 juta, beasiswa UNAS, dan tiket FFNS 2027 Spring.
Tim SMK Angkasa 1 Bandung merayakan kemenangan di Free Fire HYC 2026. dok. Garena
SMK Angkasa 1 Margahayu, Kabupaten Bandung, mencatat prestasi membanggakan setelah menjuarai Garena Youth Championship (GYC) 2026 Free Fire pada penampilan perdananya.
Kemenangan tersebut mengantarkan tim pelajar asal Jawa Barat itu meraih dana pendidikan Rp30 juta, kesempatan beasiswa kuliah penuh, serta tiket menuju kompetisi esport tingkat nasional.
Gelar juara diraih setelah SMK Angkasa 1 memenangkan pertandingan kedelapan atau game penentu pada babak Grand Finals yang berlangsung di Auditorium Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Tim yang diperkuat Malvin Wiandra Wirawan, Muhammad Fakhri Sonjaya, Muhammad Rendi Aprilio Saputra, dan Muhammad Ramdani itu mengakhiri pertandingan dengan koleksi 148 poin.
- AG.AL Juara Esports World Cup 2026, Patahkan Dominasi Team Falcons
- FFWS SEA 2026 Fall: Wakil Indonesia Belum Temukan Ritme di Week 1, Thailand Memimpin
- Jalan Menuju Surabaya Dimulai, Lima Tim Indonesia Bertarung di FFWS SEA 2026 Fall
- Esports Nations Cup Gandeng adidas, Lebih dari 100 Negara Kenakan Jersey Resmi
Mereka mengungguli SMAN 15 Makassar yang menempati posisi kedua dengan 137 poin, disusul SMAN 2 Barabai dengan 119 poin dan SMKN 1 Talaga yang mengumpulkan 115 poin.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi SMK Angkasa 1.
Pasalnya, tim ini sebelumnya beberapa kali mengalami kegagalan dalam turnamen dan babak kualifikasi sebelum akhirnya mampu meraih gelar juara pada musim pertama keikutsertaannya di GYC.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung perjalanan kami sampai akhirnya berhasil meraih juara. Perjuangan kami sampai titik ini tidak mudah. Berkali-kali ikut turnamen offline dan kualifikasi, kami selalu gagal," ujar salah satu pemain SMK Angkasa 1, Muhammad Ramdani.
Menurut Ramdani, dukungan keluarga, guru, dan pembimbing menjadi bagian penting dari perjalanan tim hingga berhasil memenangkan turnamen.
Kemenangan SMK Angkasa 1 ditentukan melalui format Champion Rush.
Dalam sistem ini, tim harus terlebih dahulu mengumpulkan minimal 80 poin sebelum berpeluang menjadi juara dengan meraih Booyah atau kemenangan dalam satu pertandingan.
SMK Angkasa 1 sebenarnya sudah memenuhi syarat Champion Rush sejak pertandingan keempat setelah mengoleksi 91 poin.
Namun, mereka belum berhasil mengamankan Booyah, sementara sejumlah tim pesaing terus mengejar perolehan poin.
Persaingan semakin sengit memasuki pertandingan kedelapan ketika tujuh tim telah memenuhi syarat Champion Rush.
Artinya, masing-masing memiliki peluang untuk menjadi juara apabila berhasil memenangkan pertandingan tersebut.
Pada laga yang berlangsung di peta NexTerra, SMK Angkasa 1 mampu bertahan hingga zona terakhir dan menghadapi SMK Kesatrian Purwokerto serta SMAN 2 Barabai.
Situasi menguntungkan SMK Angkasa 1 setelah dua tim lawan terlibat pertarungan yang menguras sumber daya permainan.
Ketika memasuki zona terakhir, SMK Angkasa 1 masih memiliki empat pemain, sedangkan SMAN 2 Barabai hanya menyisakan tiga pemain.
Keunggulan tersebut berhasil dimanfaatkan SMK Angkasa 1 untuk mengamankan Booyah sekaligus memastikan gelar juara GYC 2026 Free Fire.
Selain membawa pulang dana pendidikan Rp30 juta, tim juara mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa kuliah 100 persen di Universitas Nasional.
Penyelenggara juga menyediakan beasiswa sebesar 70 persen bagi peringkat kedua dan 50 persen untuk peringkat ketiga.
Sementara itu, tim finalis lainnya memperoleh pembebasan biaya formulir pendaftaran di Unas.
Prestasi SMK Angkasa 1 tidak berhenti pada turnamen tersebut.
Tim ini juga mengantongi tiket menuju babak Play-ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring, yang membuka peluang untuk bersaing pada level kompetisi lebih tinggi.
SMK Angkasa 1 bersama SMAN 15 Makassar, SMAN 2 Barabai, dan SMKN 1 Talaga juga dijadwalkan mengikuti GYC Free Fire Asia Invitational 2026 untuk menghadapi tim pelajar dari negara-negara Asia Tenggara.
Guru pendamping SMK Angkasa 1, Ega Oktavian, mengaku bangga atas keberhasilan para siswa yang telah menunjukkan kerja keras dan kedisiplinan sepanjang kompetisi.
"Sebagai guru, kami sangat bangga melihat perjalanan dan perjuangan mereka akhirnya berbuah juara dan bisa membawa nama baik sekolah," ujar Ega.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi siswa lain untuk mengembangkan minat dan bakat, tanpa mengabaikan tanggung jawab dalam pendidikan.
GYC 2026 Free Fire merupakan bagian dari program Garena Goes to School yang bertujuan mendorong kegiatan esports positif di kalangan pelajar sekaligus menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik.
Turnamen ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pengurus Besar Esports Indonesia.









