Juara Baru Lahir di EWC 2026 Free Fire, LYON Bawa Meksiko ke Puncak Dunia
LYON mencetak sejarah sebagai tim Meksiko pertama juara EWC Free Fire 2026. EVOS Divine gagal mempertahankan gelar, FFWS SEA menuju Surabaya.
LYON juara EWC 2026 Free Fire. dok. Garena
Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire melahirkan sejarah baru. LYON asal Meksiko sukses merebut gelar juara dunia setelah menuntaskan Grand Finals melalui format Champion Rush pada game ketujuh di Paris, Prancis, Sabtu (18/7/2026).
Prestasi ini menjadikan LYON sebagai tim pertama dari Meksiko yang mengangkat trofi EWC Free Fire, sekaligus mengakhiri dominasi juara dari Thailand dan Indonesia dalam dua edisi sebelumnya.
Kesuksesan tersebut sekaligus menjadi tonggak penting bagi perkembangan skena Free Fire Amerika Latin. LYON mengikuti jejak Team Falcons dari Thailand yang menjadi juara pada 2024 serta EVOS Divine dari Indonesia yang menjuarai turnamen pada 2025.
Sebaliknya, tiga wakil Indonesia gagal mempertahankan prestasi musim lalu. EVOS Divine yang datang sebagai juara bertahan harus puas mengakhiri turnamen di peringkat ke-10 dengan 56 poin, tepat di bawah RRQ Kazu yang finis di posisi kesembilan dengan raihan poin sama.
- Esports World Cup 2026 Resmi Dimulai di Paris, Sediakan Hadiah Terbesar dalam Sejarah Esport
- DJ Snake hingga Aya Nakamura Meriahkan Pembukaan Esports World Cup di Paris
- Vivian Team Vitality Jadi Wajah Indonesia di Dokuseri Esports World Cup
- Co-Streaming Jadi Strategi Baru Sosialisasikan Esport, EWC 2026 Gaet 5.000 Kreator Dunia
Sementara itu, Bigetron by Vitality lebih dulu tersingkir setelah gagal menembus empat besar pada Survival Stage.
Atas hasil tersebut, RRQ Kazu membawa pulang hadiah sebesar 26.000 dolar AS atau sekitar Rp470 juta, EVOS Divine memperoleh 22.000 dolar AS atau sekitar Rp398 juta, sedangkan Bigetron by Vitality menerima 11.000 dolar AS atau sekitar Rp199 juta. Ketiga hadiah tersebut berasal dari total prize pool EWC Free Fire 2026 senilai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp18,1 miliar.
Selain membawa timnya menjadi juara, Benjamín "Gamezking" Pérez juga mencuri perhatian lewat performa impresif sepanjang turnamen.
Pemain yang baru akan berusia 18 tahun pada akhir Juli itu dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Grand Finals, mengikuti jejak Rasyah Rasyid yang meraih gelar serupa bersama EVOS Divine pada edisi 2025.
Dengan pencapaian tersebut, Gamezking kini sejajar dengan Rasyah sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di kancah kompetitif Free Fire dunia.
Perjalanan LYON menuju gelar juara tidak berlangsung mudah. Mereka sempat gagal lolos langsung dari Group Stage dan harus berjuang melalui Survival Stage.
Di fase tersebut, LYON tampil dominan dengan mengumpulkan 185 poin dari 10 pertandingan untuk mengamankan tiket ke Grand Finals.
Di babak penentuan, performa LYON sempat naik turun. Setelah mengawali pertandingan dengan 20 poin, mereka mengalami penurunan pada game kedua dan ketiga.
Kebangkitan terjadi pada game keempat sebelum mencetak 45 poin pada game kelima, yang membawa mereka melewati ambang Champion Rush dan membuka peluang merebut gelar melalui kemenangan Booyah.
Kesempatan pertama gagal dimanfaatkan setelah mereka kalah dari LOUD pada game keenam. Akibatnya, penentuan juara harus berlangsung hingga game ketujuh dengan empat tim sama-sama berada dalam status Champion Rush, yakni LYON, LOUD, All Gamers Global, dan TWISTED MINDS.
Pada laga terakhir, duel sengit tersaji hingga zona akhir di map Solara. LYON mampu mengungguli All Gamers Global dalam pertarungan empat lawan dua di area Riders Club sebelum memastikan Booyah.
Kemenangan tersebut mengantar mereka menutup turnamen dengan total 155 poin sekaligus mengukir sejarah sebagai tim Meksiko pertama yang menjadi juara dunia Free Fire di Esports World Cup.
Usai berakhirnya EWC 2026 Free Fire, perhatian kini beralih ke Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall yang mulai bergulir pada Agustus mendatang.
Indonesia akan mengirimkan lima wakil untuk memperebutkan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand.
Turnamen regional musim ini juga memiliki arti khusus karena babak Grand Finals akan digelar di Surabaya, yang kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah sebelumnya sukses menggelar FFWS SEA 2024 Fall.









