Netflix dituntut penerbit buku Choose Your Own Adventure

Black Mirror: Bandersnatch berujung pada hal tidak menyenangkan. Penerbit waralaba Choose Your Own Adventure menuduh Netflix melanggar merek dagang mereka.

Netflix dituntut penerbit buku Choose Your Own Adventure Source: Netflix

Black Mirror: Bandersnatch sukses menarik perhatian banyak pihak. Tak ayal banyak orang yang penasaran menonton film tersebut. Di samping ramainya pembicaraan mengenai film tersebut, Netflix ternyata dituntut oleh penerbit buku Choose Your Own Adventure.

Bagi yang belum familiar, Black Mirror: Bandersnatch merupakan film interaktif pertama Netflix bagi audiens dewasa. Film ini menceritakan tentang seorang programer muda, Stefan Butler yang membuat gim bagi perusahaan Tuckersoft, berdasarkan buku berjudul Choose Your Own Adventure.


BACA JUGA

Disney berhenti garap film di bawah label Fox 2000

X-Men dan Fantastic Four bakal tampil di MCU pada 2021 mendatang

Cuplikan terbaru Toy Story 4 tampilkan serunya petualangan Woody


Penggunaan buku berjudul Choose Your Own Adventure inilah yang akhirnya berbuntut panjang. Perlu diketahui, Choose Your Own Adventure adalah sebuah waralaba. Penerbit waralaba ini kemudian menuntut Netflix karena menggunakan merk yang dianggap memanfaatkan nostalgia para penonton.

Dilansir dari Ubergizmo (14/1), penerbit itu juga menyatakan bahwa Netflix telah melanggar merek dagang, secara tidak sah sudah menggunakan kekayaan intelektual penerbit dan menyebabkan mereka “membahayakan reputasinya”. Tak hanya itu, penerbit buku itu juga menyatakan bahwa objeknya sudah dikaitkan dengan perilaku kekerasan.

Perlu diketahui, tahun 2016 silam, Netflix bersama Chooseco pernah berunding bersama. Namun pertemuan itu tidak pernah menghasilkan keputusan mengizinkan penggunaan merek tersebut.

Shannon Gilligan, penerbit waralaba Choose Your Own Adventure mengatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak pertanyaan dari orang-orang yang percaya, bahwa ia terlibat dengan pembuatan film tersebut. Bahkan pertanyaan datang dari para orang tua yang khawatir bahwa pihak penerbit bekerjasama dalam konten yang mengejutkan dan menyinggung para orang tua tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: