Game Mobile vs Game Konsol, Siapa yang Menguasai Pasar?
Keduanya bersaing mendapatkan perhatian dari para pemain dengan cara yang berbeda dalam menjangkau pengguna hingga mendapatkan penghasilan.
Ilustrasi game mobile vs konsol. dok. Magnific
Industri game saat ini berkembang melalui berbagai platform, tetapi game mobile dan game konsol tetap menjadi dua segmen besar dengan karakteristik yang berbeda.
Keduanya bersaing mendapatkan perhatian dari para pemain dengan cara yang berbeda dalam menjangkau pengguna hingga mendapatkan penghasilan.
Game mobile memiliki pasar lebih besar daripada game konsol. Hal ini terbukti dalam Newzoo laporan Global Games Market Report 2026 (15/9/2026) yang memperkirakan pasar game global menghasilkan pendapatan 213,9 miliar dolar AS pada 2026, naik sekitar 6,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Principal Games Market Analyst Newzoo Michiel Buijsman mencatat game mobile menjadi platform dengan kontribusi pendapatan terbesar, yakni 121,1 miliar dolar AS atau sekitar 57% dari total pasar. Angka tersebut diproyeksikan tumbuh 6,8% secara tahunan.
Sementara itu, pasar game konsol diperkirakan menghasilkan 46,9 miliar dolar AS pada 2026 atau sekitar 22% dari total pasar game global. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lebih besarnya jangkauan pasar game mobile tidak terlepas dari aksesnya yang relatif lebih mudah.
Pemain tidak membutuhkan perangkat tambahan sebab game dapat dimainkan melalui smartphone yang memang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Model bisnis game mobile memiliki berbagai sumber pendapatan. Selain penjualan game, pengembang dapat mengandalkan pembelian dalam aplikasi, item virtual, battle pass, iklan, hingga event dan kolaborasi dengan berbagai merek atau IP.
Pertumbuhan pasar mobile tidak hanya bergantung pada bertambahnya jumlah pemain. Newzoo mencatat jumlah unduhan game mobile justru mengalami penurunan, sementara pertumbuhan pendapatan semakin didorong oleh peningkatan pengeluaran dari pemain yang sudah ada.
Kondisi tersebut membuat pengembang game mobile perlu mempertahankan keterlibatan pemain dalam jangka panjang.
Di sisi lain, game konsol memiliki model bisnis yang berbeda. Game Konsol menawarkan perangkat khusus dengan kemampuan hardware yang dirancang untuk menjalankan game dengan performa dan kualitas visual tinggi.
Pendapatan dari pasar game konsol juga banyak ditopang oleh penjualan game premium. Selain itu, pengembang dan pemilik platform mendapatkan pemasukan dari konten tambahan, transaksi dalam game, serta layanan berlangganan.
Dalam laporan Newzoo PC & Console Gaming Report 2026 (12/3), Director of Market Intelligence Newzoo Emmanuel Rosier mengatakan pertumbuhan pasar PC dan konsol mulai kembali, tetapi didorong oleh faktor yang berbeda dibandingkan periode pandemi.
Menurut Rosier, siklus hardware yang semakin panjang, meningkatnya biaya pengembangan, serta perubahan strategi harga membuat industri game mobile dan game konsol memasuki kondisi yang baru.
Kondisi tersebut juga terlihat dari proyeksi Newzoo terhadap pasar game konsol 2026. Pertumbuhan diperkirakan didorong oleh peluncuran game besar, Nintendo Switch 2, layanan berlangganan multi-game, serta kenaikan harga sejumlah game dan layanan.
Persaingan antara mobile dan konsol pun sebenarnya tidak hanya terjadi melalui angka pendapatan.
Keduanya sama-sama berusaha mendapatkan waktu bermain pengguna di tengah semakin banyaknya pilihan hiburan digital.
Dari sisi pendapatan, game mobile masih menjadi segmen terbesar pada 2026 dengan proyeksi 121,1 miliar dolar AS.
Namun, pasar konsol tetap menunjukkan pertumbuhan dengan proyeksi 46,9 miliar dolar AS dan memiliki model bisnis yang kuat melalui game premium, franchise besar, hardware khusus, serta layanan berlangganan.
Dengan pasar yang terus berkembang, game mobile dan konsol akan tetap memiliki ruangnya masing-masing.
Game mobile unggul dari jangkauan dan aksesibilitas, sementara konsol mempertahankan daya tarik melalui pengalaman bermain dan game premium.









