Film Searching bikin saya stres

Stres di sini bukannya saya tidak suka dengan film Searching, justru sebaliknya karena akhir ceritanya sangat tidak terduga

Film Searching bikin saya stres Source: Dashlane Blog

Kehidupan keluarga David Kim (diperankan oleh John Cho) begitu bahagia, dengan istrinya Pamela Nam Kim (diperankan oleh Sara Sohn) dan anak perempuannya Margot Kim (diperankan oleh Michelle La). Namun, kebahagian tersebut berubah setelah Pam terserang penyakit kanker dan pada akhirnya meninggal dunia.
 

Semenjak kematian Pam, hubungan antara David Kim dan anak perempuannya juga menjadi renggang. Bahkan mereka lebih mengandalkan mengobrol melalui chatting atau video-call saja.
 

Cerita berlanjut saat Margot tidak pulang semalaman dan tidak menjawab setiap chatting atau panggilan telepon sang Ayah. David merasa cemas pada awalnya, hingga sampai lewat 24 jam dia melapor hilangnya Margot ke polisi.

 

Source: Cnet

 

Tak butuh waktu lama, investigasi polisi lokal dimulai dengan seorang detektif bernama Rosemary Vick (diperankan oleh Debra Messing) untuk menangani kasus tersebut. Meski telah dibantu detektif, Margot pun tak kunjung ditemukan hingga lebih dari 37 jam. Padahal David bersama dengan detektif Vick telah memeriksa laptop Margot, membuka segala media sosial, hingga menelepon satu-per-satu temannya.
 

Di sini lah, David akhirnya memiliki inisiatif untuk pergi mencari Margot sendirian ke tempat di mana anaknya sering menyendiri. Dengan rasa percaya bahwa anaknya masih hidup, David semakin gencar melakukan pencarian Margot hingga akhirnya semua misteri tersebut dapat terungkap.
 

Setelah saya menonton Searching, terdapat dua kata untuk film ini yakni “bikin stres”. Kenapa? Film ini mampu memberi plot twist yang semuanya tidak bisa saya tebak, bahkan jauh berbeda dengan dugaan saya.

 

Source: YouTube

 

Tidak hanya memainkan plot yang berubah dan enggak disangka-sangka, namun film ini juga mampu membuat penontonnya merasakan stres-nya menjadi David. Buktinya saja, penonton lain banyak yang merasa gemas dengan David atau banyak yang berbisik-bisik sambil menebak cerita dari film ini.
 

Bagi saya film ini juga unik, karena hampir keseluruhan film menampilkan pandangan layar monitor atau smartphone. Tak hanya itu, pengaturan tempat di film Searching juga cukup terbatas seperti kebanyakan menampilkan rumah David dan hutan kesukaan Margot.
 

Oh iya, Searching juga enggak terlalu banyak menampilkan karakter inti namun hal itu malah membuat kita fokus ke dalam ceritanya yang seru. Untuk kekurangannya, Searching hanya kurang mengeksplorasi cerita dari ‘sang tersangka’. Namun jika hal tersebut dilakukan untuk mengecoh penontonnya, maka bagi saya hal tersebut fine-fine saja.
 

Secara keseluruhan, film ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang masih bingung mau menonton film apa di weekend ini.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: