FFWS SEA 2026 Week 1: Indonesia Tertahan, Thailand Kuasai Klasemen Awal
FFWS SEA 2026 Week 1: tim Indonesia tertahan, Thailand dominasi klasemen. ONIC dan Bigetron terbaik, EVOS di dasar klasemen.
EVOS Divine di FFWS SEA Spring 2026. dok. Garena
Pekan pertama Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring belum berpihak pada tim-tim Indonesia.
Dalam fase Knockout Stage yang berlangsung pada 24–26 April 2026, lima wakil Tanah Air masih kesulitan menembus papan atas, di tengah dominasi kuat tim-tim Thailand.
Dari total 18 tim yang berlaga, empat tim Thailand langsung menguasai posisi 1 hingga 4 klasemen sementara. Juara bertahan Team Falcons memimpin dengan 203 poin, disusul tim-tim senegaranya yang tampil konsisten sejak hari pertama.
Sementara itu, peringkat kelima ditempati tim Vietnam, membuat lima besar sepenuhnya dikuasai Thailand dan Vietnam.
- FFWS SEA 2026 Spring Dimulai, 5 Tim Indonesia Bidik Grand Finals dan Tiket Panggung Dunia
- Lebih dari 700 Pelatih Lintas Negara Ditunjuk Berpartisipasi di Esports Nations Cup 2026
- RRQ Juara Asia Tenggara Delta Force 2026, Amankan Tiket ke Kejuaraan Dunia di Wuhan
- Mobile Legends dan VALORANT Masuk ENC 2026, Indonesia Siap Bersaing di Panggung Esport Dunia
Di kubu Indonesia, performa terbaik ditunjukkan ONIC dan Bigetron by Vitality. Keduanya finis berdekatan di papan tengah, dengan ONIC di peringkat keenam (165 poin) dan Bigetron di posisi ketujuh (158 poin). Meski cukup kompetitif, hasil tersebut belum mampu membawa mereka bersaing di jalur juara.
Pelatih ONIC Ahmad Fadly Masturoh mengakui timnya belum tampil maksimal.
“Hasilnya tidak buruk, tapi juga belum memuaskan. Kami melihat ada peningkatan disiplin dan adaptasi, dan itu akan terus kami perbaiki hingga Grand Finals,” ujarnya.
Sementara itu, Bigetron by Vitality justru menunjukkan potensi lewat tiga kali Booyah yang mereka raih.
Namun, rendahnya poin eliminasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Pelatih Bigetron Christian Jonathan menilai timnya perlu bermain lebih agresif.
“Booyah adalah hal bagus, tapi total eliminasi kami masih kurang. Kami akan tingkatkan agresivitas untuk mendongkrak poin,” katanya.
Hasil kurang maksimal juga dialami RRQ Kazu yang harus puas di peringkat ke-11 dengan 131 poin. Pergantian roster dinilai menjadi faktor adaptasi yang memengaruhi performa tim.
Pelatih RRQ Kazu Adi Gustiawan menyebut kondisi ini sebagai bagian dari proses.
“Ini hasil yang wajar dengan perubahan tim. Yang penting kami bisa eksplorasi strategi baru dan memberi pengalaman bagi pemain,” ujarnya.
Di sisi lain, tim debutan Shadow Esports menutup pekan pertama di posisi ke-15 dengan 110 poin. Meski belum kompetitif, capaian ini dinilai lebih baik dibandingkan tim debutan Indonesia sebelumnya.
Bahkan, mereka mampu mengungguli EVOS Divine yang justru terpuruk di dasar klasemen dengan 64 poin, meski berstatus juara Esports World Cup 2025.
Pekan pertama ini menjadi sinyal persaingan FFWS SEA 2026 Spring semakin ketat, dengan Thailand kembali menunjukkan dominasinya di level regional.
Meski demikian, peluang tim Indonesia belum tertutup. Perjalanan masih berlanjut ke pekan kedua pada 1–3 Mei 2026, yang akan menjadi penentu penting menuju fase eliminasi.
Pada fase tersebut, 12 tim terbaik dari dua pekan awal akan bersaing memperebutkan enam tiket langsung ke Grand Finals. Sementara enam slot tersisa akan ditentukan pada pekan terakhir melalui pertarungan sengit antar tim yang tersisa.









