×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

FFWS SEA 2026 Spring Dimulai, 5 Tim Indonesia Bidik Grand Finals dan Tiket Panggung Dunia

Oleh: Tek ID - Jumat, 24 April 2026 16:40

FFWS SEA 2026 Spring dimulai, 5 tim Indonesia buru tiket Grand Finals dan Esports World Cup lewat persaingan ketat Asia Tenggara.

FFWS SEA 2026 Spring Dimulai, 5 Tim Indonesia Bidik Final FFWS SEA 2026 Spring dimulai. dok. Garena

Turnamen Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring resmi dimulai pada Jumat, 24 April 2026, menandai awal pertarungan 18 tim terbaik Asia Tenggara untuk memperebutkan gelar regional sekaligus tiket menuju panggung dunia esports.

Indonesia menurunkan lima wakil, yakni Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports. Kelimanya datang dengan ambisi berbeda, namun tujuan yang sama, yaitu mengamankan tempat di Grand Finals yang akan digelar di Ho Chi Minh City pada akhir Mei 2026.

Babak Knockout yang berlangsung hingga 17 Mei akan menjadi penentu. Hanya 12 tim terbaik yang berhak melaju ke Grand Finals, sementara delapan tim teratas nantinya akan mengamankan tiket ke Esports World Cup 2026. 

Menariknya, EVOS Divine sudah lebih dulu mengantongi slot tersebut sebagai juara bertahan EWC 2025.

Laga pembuka langsung menghadirkan dua tim Indonesia, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu. Bagi Bigetron, momentum ini menjadi ajang pembuktian untuk keluar dari label “tim papan tengah”.

“Selama tiga musim kami stabil di lobi FFWS SEA, tapi kami sangat menginginkan gelar juara. Kami akan buktikan dengan meta double sniper kami, bahwa kami tak terkalahkan,” ujar Christian Jonathan, Coach Bigetron

Di sisi lain, RRQ Kazu mencoba menjawab tantangan klasik mereka: tampil konsisten hingga akhir.

“Selisih antar tim sangat tipis. Kami ingin tampil lebih sempurna agar bisa menutup kompetisi dengan gelar juara,” kata Adi Gustiawan, Coach RRQ Kazu.

Perjalanan tim Indonesia berlanjut pada hari berikutnya saat EVOS Divine dan ONIC mulai turun bertanding. EVOS datang dengan beban sekaligus status sebagai juara dunia, yang harus dibuktikan kembali di level regional.

“Menjadi juara dunia adalah pencapaian besar, tapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan level itu. Fokus kami membangun lagi rasa lapar dan disiplin,” ujar Wahyu Kurniawan, Coach EVOS Divine.

Sementara ONIC, yang pernah meraih gelar FFWS SEA 2025 Spring, berupaya menjawab keraguan soal stabilitas performa.

“Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa tampil stabil sepanjang musim dan tetap layak menjadi penantang utama,” ujar Ahmad Fadly Masturoh, Coach ONIC.

Di tengah dominasi tim mapan, Shadow Esports hadir sebagai kuda hitam. Tim debutan ini membawa semangat baru setelah menjuarai FFNS 2026 Spring.

“Kami ingin bersaing, beradaptasi cepat, dan membuktikan bahwa kami layak ada di panggung ini,” kata ames Manao, Coach Shadow Esports.

Format turnamen kali ini juga lebih ringkas dan kompetitif. Babak Knockout hanya berlangsung empat pekan, dengan sistem klasemen harian yang langsung menentukan enam tim pertama ke Grand Finals pada pekan ketiga. Enam slot tersisa akan diperebutkan pada pekan terakhir.

×
back to top