×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

DJ Snake hingga Aya Nakamura Meriahkan Pembukaan Esports World Cup di Paris

Oleh: Tek ID - Senin, 22 Juni 2026 19:35

Aya Nakamura, DJ Snake, dan Theodora akan tampil di pembukaan Esports World Cup 2026 di Paris pada 8 Juli mendatang.

DJ Snake hingga Aya Nakamura Meriahkan Pembukaan EWC Paris Aya Nakamura, DJ Snake, dan Theodora bakal tampil di pembukaan Esports World Cup 2026 Paris. dok. Esports Foundation

Esports World Cup Foundation mengumumkan tiga musisi papan atas Prancis, Aya Nakamura, DJ Snake, dan Theodora, sebagai pengisi acara pembukaan Esports World Cup (EWC) 2026 di Paris. 

Ketiganya akan tampil dalam Opening Ceremony yang berlangsung di La Seine Musicale pada 8 Juli mendatang.

Penampilan tersebut akan menjadi pembuka edisi internasional pertama Esports World Cup yang digelar di Paris. 

Kehadiran para musisi tersebut sekaligus menandai semakin eratnya hubungan antara dunia gaming, musik, kreator digital, dan budaya populer yang kini berkembang dalam ruang yang sama.

EWC 2026 ingin menampilkan wajah budaya Prancis masa kini yang lahir dari komunitas digital, siaran langsung, kreator konten, dan interaksi daring. 

Karena itu, penyelenggara memilih figur-figur musik yang dianggap mampu merepresentasikan dinamika budaya modern Prancis di panggung global.

Deputy CEO dan Chief Operating Officer Esports World Cup Foundation Mike McCabe mengatakan pembukaan EWC menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas kota tuan rumah kepada audiens global.

"Opening Ceremony ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyambut dunia ke dalam Esports World Cup. Ketika kami membawa EWC 2026 ke Paris untuk pertama kalinya, kami ingin merayakan kota ini melalui para musisi yang telah membentuk musik dan budaya Prancis saat ini," ujar McCabe.

Menurutnya, Aya Nakamura, DJ Snake, dan Theodora menghadirkan karakter yang berbeda-beda, namun sama-sama mencerminkan kreativitas dan energi budaya yang menjadikan Paris sebagai tuan rumah yang istimewa.

Aya Nakamura, yang kerap dijuluki “The Queen of France”, menjadi salah satu musisi Prancis paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir. 

Melalui perpaduan R&B, Afrobeats, zouk, dan pop Prancis modern, ia berhasil membangun basis penggemar internasional. Lagu "Djadja" menjadi salah satu karya yang melambungkan namanya ke panggung global.

Selain sukses di industri musik, Aya juga dikenal melalui penampilannya pada upacara pembukaan Olimpiade Paris. Karyanya dianggap merepresentasikan wajah Prancis yang multikultural dan dekat dengan generasi muda.

Di sisi lain, DJ Snake hadir sebagai figur musik elektronik Prancis yang telah memiliki pengaruh global.

Musisi yang tumbuh di pinggiran Paris tersebut sukses memadukan musik elektronik, hip-hop, pop, Latin, K-pop, hingga berbagai unsur musik Timur Tengah dan Afrika.

Popularitas DJ Snake yang melintasi berbagai budaya dinilai sejalan dengan karakter komunitas gaming dan esports yang juga tumbuh tanpa batas geografis.

Sementara itu, Theodora atau yang dikenal dengan nama panggung “Miss Kitoko” menjadi representasi generasi digital baru. 

Musisi tersebut memadukan unsur rap, pop, dan musik klub dengan identitas budaya internet yang kuat serta dekat dengan komunitas kreator dan siaran langsung.

Pengumuman ini melanjutkan kesuksesan Opening Ceremony EWC 2025 di Riyadh yang tiketnya terjual habis. 

Pada tahun lalu, acara pembukaan menghadirkan sejumlah nama besar seperti Post Malone, DINO SEVENTEEN, Alesso, Duckwrth, Telle Smith, dan Tina Guo.

Esports World Cup 2026 sendiri akan berlangsung di Paris mulai 6 Juli hingga 23 Agustus. Turnamen ini akan diikuti lebih dari 2.000 pemain dan sekitar 200 klub dari lebih dari 100 negara yang akan bertanding dalam 25 turnamen dari 24 gim berbeda.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari 75 juta dolar AS atau sekitar Rp1,3 triliun. Dengan skala tersebut, EWC 2026 diproyeksikan menjadi salah satu ajang esport terbesar di dunia, sekaligus memperkuat posisi Paris sebagai pusat pertemuan budaya digital, hiburan, dan olahraga elektronik global.

×
back to top