Open Source Dinilai Jadi Fondasi Kedaulatan AI Indonesia
Cloudera menilai open source menjadi fondasi kemandirian AI Indonesia melalui interoperabilitas, kedaulatan digital, dan Private AI.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), Indonesia dinilai perlu membangun fondasi teknologi yang terbuka agar tidak bergantung pada segelintir penyedia teknologi proprietary.
Menurut Cloudera, kemandirian AI tidak ditentukan oleh kecanggihan model generatif semata, tetapi oleh kemampuan organisasi mengendalikan data, arsitektur, dan tata kelola teknologi yang menopangnya.
Chief Technology Officer (CTO) Cloudera Sergio Gago mengatakan dominasi penyedia teknologi proprietary berpotensi membuat organisasi kehilangan fleksibilitas dalam mengembangkan sistem AI.
Ketergantungan terhadap satu vendor (vendor lock-in) dinilai dapat membatasi inovasi, meningkatkan biaya, sekaligus mengurangi kendali organisasi atas teknologi yang digunakan.
Menurut Sergio, isu tersebut menjadi semakin relevan bagi Indonesia yang tengah memperkuat posisinya sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.