Peretas Makin Agresif Gunakan AI, Integrasi Platform Jadi Kunci Pertahanan Siber Perusahaan

Oleh: Tek ID - Rabu, 22 Juli 2026 20:20

Kaspersky mencatat 43% organisasi menilai peretas memakai AI untuk memperkuat serangan. Platform keamanan terintegrasi menjadi kunci pertahanan.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam keamanan siber berkembang menjadi perlombaan teknologi antara perusahaan dan penjahat siber. 

Di satu sisi, AI membantu mempercepat deteksi dan respons terhadap ancaman. Di sisi lain, teknologi yang sama digunakan pelaku kejahatan untuk mengotomatisasi pengintaian, membuat phishing lebih meyakinkan, dan mengembangkan malware dalam skala lebih besar.

Studi global Kaspersky 2026 menunjukkan hampir seluruh organisasi di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia, Singapura, dan Vietnam, berencana mengintegrasikan AI ke dalam operasional keamanan mereka.

Namun, 43% organisasi menilai peretas juga mampu mengadopsi teknologi seperti AI untuk meningkatkan efektivitas serangan. 

Bahkan, 21% responden menganggap penjahat siber saat ini lebih unggul dalam perlombaan teknologi tersebut.