95 Persen Implementasi AI Belum Haslkan Dampak Bisnis, Infrastruktur dan Tata Kelola Jadi Kunci

Oleh: Tek ID - Kamis, 23 Juli 2026 19:20

Cloudera menilai 95% program AI perusahaan belum menghasilkan dampak bisnis. Tata kelola, keamanan, dan kepercayaan menjadi kunci implementasi AI.

Organisasi di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mulai memasuki fase baru dalam transformasi kecerdasan buatan (AI). 

Jika sebelumnya fokus tertuju pada uji coba dan adopsi teknologi, kini perhatian perusahaan bergeser pada bagaimana memastikan sistem AI mampu memberikan nilai bisnis yang nyata, aman, dan berkelanjutan di lingkungan produksi.

Chief Business Officer sekaligus General Manager of Applied AI Cloudera, Abhas Ricky menilai tantangan terbesar implementasi AI saat ini bukan lagi menghadirkan model AI terbaru, melainkan menjaga keberlanjutan operasionalnya setelah fase demonstrasi selesai.

Abhas mengungkapkan 95% program AI generatif di perusahaan belum mampu menghasilkan dampak terhadap laba dan rugi (P&L) meski investasi yang dikeluarkan mencapai 30–40 miliar dolar AS.

Di sisi lain, 42% perusahaan menghentikan sebagian besar inisiatif AI mereka pada 2025, meningkat dibandingkan 17% pada tahun sebelumnya.