ServiceNow manfaatkan data sendiri untuk AI generatif

Oleh: Lysti Rahma - Senin, 01 Juli 2024 11:04

ServiceNow membagi kapabilitas AI generatifnya dalam tiga area utama: menangani permintaan secara sistematis, membantu agen bekerja lebih efisien, dan mempercepat inovasi.

ServiceNow, perusahaan perangkat lunak berbasis cloud, tengah memanfaatkan solusi AI generatif dengan data dari platform mereka sendiri untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Chris Bedi, CIO ServiceNow, menegaskan bahwa kunci sukses AI adalah integrasinya dengan alur kerja yang praktis dan relevan. "Model hanya akan efektif jika terhubung dengan pengalaman dan alur kerja yang nyata," ujar Bedi dalam wawancaranya dengan TechCrunch.

Dilansir dari TechCrunch (1/7), ServiceNow membagi kapabilitas AI generatifnya dalam tiga area utama: menangani permintaan secara sistematis, membantu agen bekerja lebih efisien, dan mempercepat inovasi melalui otomatisasi. Bedi menjelaskan bahwa AI digunakan untuk mempercepat respon terhadap permintaan pelanggan, meningkatkan produktivitas agen, dan menciptakan alur kerja otomatis dari teks atau gambar.

Brent Leary, analis dari CRM Essentials, menyebut bahwa fokus ServiceNow pada penciptaan, optimasi, dan integrasi alur kerja melalui platform AI penuh-stack menunjukkan upaya serius mereka untuk mengoptimalkan proses bisnis lintas departemen. "Ini berpotensi mengubah cara kerja di berbagai area dan platform," kata Leary.

Holger Mueller, analis di Constellation Research, menambahkan bahwa strategi AI ServiceNow mencakup pembangunan internal, kemitraan dengan perusahaan lain, dan akuisisi. "Pelanggan menginginkan ServiceNow untuk bekerja sama dengan mitra AI mereka seperti Nvidia dan Microsoft, serta menyediakan pengalaman AI siap pakai," ujar Mueller.

Analis keuangan Arjun Bhatia dari William Blair melaporkan bahwa permintaan untuk fitur AI baru ServiceNow cukup tinggi, dengan pelanggan bersedia membayar untuk kemampuan tambahan yang ditawarkan. "Permintaan kuat untuk SKU Pro-Plus baru menunjukkan minat tinggi perusahaan terhadap investasi dalam AI generatif," tulis Bhatia dalam laporannya.