×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Sennheiser Spectera Resmi Hadir di Indonesia, Bisa Tangani 64 Link Audio Sekaligus

Oleh: Tek ID - Rabu, 16 September 2026 20:35

Sennheiser Spectera resmi hadir di Indonesia. Satu base station 1U mampu menangani hingga 64 link audio untuk kebutuhan produksi profesional.

Sennheiser Spectera Resmi Hadir di Indonesia Sennheiser Spectera

Sennheiser memperkenalkan Spectera di Indonesia, sistem wireless audio profesional yang memungkinkan satu base station berukuran 1U menangani hingga 64 link audio sekaligus.

Ekosistem ini ditujukan untuk kebutuhan produksi dengan konfigurasi audio nirkabel yang kompleks, seperti konser, teater, broadcast, hingga rumah ibadah. 

Sennheiser turut memperkenalkan transmitter mikrofon genggam Spectera SKM yang dijadwalkan mulai tersedia di Indonesia pada kuartal IV 2026.

Spectera menggunakan teknologi Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS) yang memungkinkan beberapa link audio beroperasi dalam satu kanal RF wideband. 

Satu Spectera Base Station dapat mendukung 32 input dan 32 output atau total hingga 64 link audio dalam satu unit rack 1U.

Arsitektur bidirectional memungkinkan komunikasi berlangsung dua arah antara perangkat dan base station. 

Melalui sistem tersebut, engineer dapat memantau level audio, performa RF, kondisi baterai hingga parameter perangkat secara jarak jauh.

“Pengelolaan wireless dapat dengan cepat menjadi kompleks dalam produksi berskala besar, terutama ketika harus menangani mikrofon, in-ear monitoring, dan koordinasi RF secara bersamaan,” kata Sales Director Sennheiser Asia Roland Lim.

“Spectera mengintegrasikan berbagai elemen tersebut dalam satu ekosistem, sehingga memberikan cara yang lebih efisien bagi engineer untuk mengelola konfigurasi wireless mereka,” imbuhnya.

Pengelolaan perangkat dilakukan melalui perangkat lunak SoundBase dan Spectera WebUI.

SoundBase menyediakan fungsi kontrol dan pemantauan volume serta pengaturan in-ear monitoring (IEM), termasuk status RF dan baterai. Sementara Spectera WebUI digunakan untuk konfigurasi dan pemantauan sistem.

Integrasi tersebut memungkinkan tim produksi menangani mikrofon nirkabel, IEM, serta sejumlah parameter sistem melalui satu ekosistem.

Sennheiser menyebut Spectera sebagai ekosistem wideband, bidirectional digital wireless pertama di dunia. 

Teknologi WMAS menjadi salah satu fondasi sistem karena memungkinkan beberapa link audio ditempatkan dalam satu kanal RF wideband, berbeda dari pendekatan sistem nirkabel konvensional yang mengelola koneksi secara lebih terpisah.

Sennheiser juga memperluas ekosistem Spectera melalui transmitter mikrofon genggam Spectera SKM.

Perangkat tersebut akan tersedia dalam varian UHF dan 1,4 GHz serta ditujukan untuk beragam kebutuhan profesional, mulai dari live sound, teater, broadcast hingga rumah ibadah.

Spectera SKM menggunakan bodi aluminium anodized dan dilengkapi layar OLED. Transmitter ini kompatibel dengan berbagai kapsul mikrofon Sennheiser dan Neumann.

Koneksi dua arah dengan Spectera Base Station memungkinkan engineer memantau status baterai, performa RF, level audio, kekuatan sinyal, dan kualitas koneksi tanpa harus mengakses transmitter secara langsung.

Sejumlah pengaturan juga dapat dilakukan dari jarak jauh, termasuk gain dan low-cut. Kemampuan tersebut dapat membantu tim produksi ketika transmitter sedang digunakan oleh penyanyi, pembawa acara, aktor, atau pengguna lain di atas panggung.

Meski baru diperkenalkan secara resmi di Indonesia, Spectera telah digunakan dalam sejumlah produksi di Tanah Air.

Menurut Sennheiser, sistem tersebut antara lain digunakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), konser Raisa’s Love & Let Go, serta Festival Pagelaran Sabang Merauke.

×
back to top