×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Satu Audio untuk Banyak Speaker, Apa Teknologi di Baliknya?

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Selasa, 15 September 2026 21:05

LE Audio dibangun di atas fitur baru dalam Bluetooth Core Specification 5.2 dan menghadirkan kemampuan seperti multi-stream audio,

Satu Audio untuk Banyak Speaker, Apa Teknologi di Baliknya? Ilustrasi multi-stream audio speaker. dok. Magnific

Saat ini, menghubungkan beberapa  speaker untuk memutar audio secara bersamaan bukan lagi hal yang sulit. 

Sejumlah produk bahkan sudah memungkinkan puluhan speaker berada dalam satu jaringan audio. 

Kemampuan menghubungkan banyak speaker sebenarnya bukan teknologi yang muncul dalam satu waktu. 

Perkembangannya berlangsung secara bertahap, seiring dengan kebutuhan pengguna yang semakin beragam.

Dimulai dari koneksi menggunakan kabel, lalu beralih ke koneksi nirkabel, hingga kini muncul teknologi yang memungkinkan satu sumber audio menyiarkan suara ke banyak perangkat sekaligus.

Perubahan mulai terasa ketika teknologi nirkabel seperti Bluetooth hadir. Smartphone kemudian tidak lagi harus terhubung secara fisik dengan speaker untuk memutar musik.

Namun, Bluetooth pada awalnya masih mengandalkan koneksi point-to-point. Artinya, satu sumber audio terhubung dengan satu perangkat penerima. 

Seiring perkembangannya, produsen mulai menghadirkan teknologi yang memungkinkan beberapa speaker kompatibel memainkan audio secara bersamaan.

Perkembangan ini datang dari Bluetooth Low Energy (LE) Audio. Teknologi yang membawa perubahan lebih mendasar pada cara perangkat Bluetooth menangani audio. 

Bluetooth SIG menjelaskan LE Audio dibangun di atas fitur baru dalam Bluetooth Core Specification 5.2 dan menghadirkan kemampuan seperti multi-stream audio serta broadcast audio. 

Multi-stream audio memungkinkan aliran audio dikirim secara terkoordinasi dan tersinkronisasi. 

Sedangkan, broadcast audio membawa konsep satu sumber dapat menyiarkan audio yang kemudian diterima oleh banyak perangkat di sekitarnya. 

Bluetooth SIG menyebut broadcast audio dapat dikirimkan kepada jumlah perangkat penerima yang tidak terbatas selama masih berada dalam jangkauan. 

Teknologi tersebut kemudian hadir dalam bentuk Auracast. 

Auracast merupakan konfigurasi broadcast audio berbasis Bluetooth LE Audio yang dirancang untuk memungkinkan berbagai perangkat, seperti smartphone, laptop, televisi, sistem pengeras suara, earbuds, hingga alat bantu dengar, menerima siaran audio yang sama. 

Sejumlah produk speaker masa kini menawarkan kemampuan menghubungkan banyak unit. 

Polytron PartyMax Go, misalnya, memiliki Broadcast Mode yang memungkinkan hingga 99 speaker kompatibel terhubung dalam satu jaringan audio

Pada akhirnya, evolusi audio bukan sekadar perjalanan dari suara yang biasa menjadi suara dengan kualitas lebih tinggi. 

Perubahannya juga terlihat dari hubungan antara sumber suara dan perangkat pendengar.

Jika sebelumnya suara harus dikirim melalui kabel, kemudian berkembang menjadi koneksi nirkabel satu perangkat dengan satu perangkat, kini teknologi memungkinkan satu sumber audio disebarkan ke banyak perangkat sekaligus. 

×
back to top