Samsung dan ASML gelontorkan Rp12 triliun demi chip canggih
Samsung dan ASML menjalin kerja sama senilai 1 triliun won (Rp12 triliun) untuk kemajuan semikonduktor yang lebih canggih.
Samsung Electronics dan ASML Holding N.V. telah berkomitmen untuk bersama-sama menginvestasikan 1 triliun won (Rp12 triliun) dalam membangun fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) mutakhir di Korea Selatan. Langkah strategis ini, yang ditandatangani dengan nota kesepahaman (MOU) di kantor pusat ASML di Veldhoven, bertujuan untuk mendorong pengembangan chip memori canggih yang memanfaatkan peralatan extreme ultraviolet (EUV) dari ASML.
Pusat R&D tersebut, yang merupakan upaya perintis ASML sebagai fasilitas luar negeri pertama yang didirikan bersama dengan raksasa semikonduktor, akan fokus pada penyempurnaan proses manufaktur ultra-halus untuk semikonduktor yang memanfaatkan teknologi EUV terbaru ASML.
Kehadiran Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada upacara penandatanganan MOU di kantor pusat ASML menggarisbawahi pentingnya simbolis kemitraan ini. Rincian seperti rasio kepemilikan dan distribusi pengeluaran masih dirahasiakan.
Kolaborasi ini sangat penting bagi Samsung yang menargetkan komersialisasi chip 2 nanometer pada tahun 2025, menyusul produksi massal chip 3nm pada tahun sebelumnya. Dilansir dari Gizmochina (14/13), keahlian ASML dalam pemindai EUV untuk proses 2nm menempatkan kemitraan ini secara strategis di tengah persaingan yang ketat dengan TSMC.
Kesepakatan ini melampaui fasilitas R&D, karena ASML memulai pembangunan pusat layanan pendidikan pelanggan dan dukungan peralatan di dekat basis manufaktur Samsung di Hwaseong. Investasi tambahan ASML yang berjumlah sekitar 320 miliar won ini menunjukkan komitmen untuk mendorong kolaborasi jangka panjang.