Restoran sushi manfaatkan AI untuk berantas "sushi terorism"
Kura Sushi berencana untuk mulai meng-upgrade kameranya dengan AI untuk mendeteksi perilaku mencurigakan dan kemudian memperingatkan karyawan.
Video tantangan merusak makanan di restoran sushi berputar (Kaiten-zushi) saat ini sedang tren di Jepang. Untuk mencegah kejadian ini terjadi di restorannya, Kura Sushi memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) yang dapat melacak pergerakan mencurigakan dari para pelanggan.
Dilansir dari Engadget (11/2), Kura Sushi berencana untuk mulai meng-upgrade kamera yang ada, yang digunakan untuk menghitung hidangan yang diambil pelanggan dari conveyer belt untuk menentukan tagihan mereka. Jika sistem mendeteksi perilaku mencurigakan, sistem akan memperingatkan karyawan.
"Kami ingin menggunakan kamera yang dioperasikan dengan AI untuk memantau jika pelanggan menaruh sushi yang mereka ambil dengan tangan mereka kembali ke piring," kata seorang juru bicara kepada CNN. "Kami yakin kami akan dapat meningkatkan sistem yang sudah kami miliki di tempat untuk menghadapi perilaku semacam ini.”
Untuk diketahui, masyarakat Jepang kini sedang diresahkan dengan tren video yang dijuluki "sushi terorism". Video menunjukkan orang melakukan tindakan tidak higienis, seperti menjilati sendok untuk wadah bubuk teh hijau, membuang wasabi ke sushi yang sedang lewat di conveyer belt, dan bahkan memeperkan air liurnya ke sushi tersebut.
Sebelum ini, Kura Sushi telah menggunakan AI untuk kegunaan lain lain. Pada tahun 2020, diketahui bahwa perusahaan menggunakan aplikasi yang dapat memilah tuna. Setidaknya pada saat itu, Kura Sushi membeli sebagian besar tunanya dari luar Jepang. Aplikasi tersebut dikatakan membantunya mengevaluasi kualitas pemotongan tanpa harus melakukan perjalanan di tengah pandemi