Ini penyebab pengguna macOS berbasis M1 tak dapat jalankan Windows

Oleh: Nur Chandra Laksana - Selasa, 23 Nov 2021 15:40 WIB

Ternyata, dalam beberapa kabar disebutkan bahwa ada kontrak eksklusif antara Microsoft dan Qualcomm terkait penggunaan OS Windows di perangkat berbasis chipset ARM.

Para pengguna perangkat Macintosh selama bertahun-tahun ini dapat menjalankan Windows di perangkat mereka. Hal ini dapat mereka lakukan dengan menggunakan aplikasi emulator yang ada di perangkat tersebut, yakni Boot Camp.

Namun, seperti diketahui, belakangan ini dikabarkan para pengguna macOS tidak dapat menjalankan OS tersebut menggunakan emulator apapun. Hal ini berlaku bagi perangkat macOS yang menggunakan Apple Silicon.

Ternyata, hal ini bukan kebetulan belaka. Sebab, hal ini dikarenakan Qualcomm disebut memiliki kontrak eksklusif dengan Microsoft. Hal ini pertama kali ditemukan oleh beberapa pengembang di XDA, seperti dikutip dari laman Ubergizmo (13/11).

Para pengembang XDA mengklaim telah mendengar dari sumber mereka bahwa Microsoft dan Qualcomm memiliki kesepakatan eksklusif. Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa jika ada perangkat yang menjalankan OS Windows di chipset berbasis ARM, maka perangkat tersebut harus menggunakan chipset Qualcomm.

Tapi, kabar baiknya adalah Qualcomm dan Microsoft dikabarkan akan segera mengakhiri kesepakatan tersebut. Disebutkan, kesepakatan ini sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir ini.