Relawan pasien corona terancam dituntut karena cetak katup 3D

Oleh: Erlanmart - Rabu, 18 Mar 2020 12:12 WIB

Ketika relawan tersebut meminta kepada produsen katup untuk cetak biru yang bisa mereka gunakan untuk mencetak replika, produsen katup itu menolak dan mengancam akan menuntut pelanggaran paten.

Source: Pexels

Salah satu produsen perangkat medis telah mengancam akan menuntut sekelompok sukarelawan di Italia yang mencetak katup secara 3D yang digunakan untuk perawatan virus Corona (COVID-19). Katup tersebut biasanya dijual sekitar USD11.000 (Rp167,4 juta) dari produsen perangkat medis tersebut, tetapi para relawan mampu mencetak replikanya dengan harga sekitar USD1 (Rp15 ribu).

Sebuah rumah sakit di Italia membutuhkan katup tersebut setelah kehabisan selagi merawat pasien yang terkena virus Corona. Pemasok rumah sakit itu mengatakan bahwa mereka tidak bisa membuat katup pada waktunya untuk merawat pasien, sebagaimana dilaporkan oleh Metro. Sementara itu, Cristian Fracassi dan Alessandro Ramaioli, yang bekerja di startup asal Italia Isinova, menawarkan printer 3D perusahaan untuk melakukan pekerjaan cetak 3D katup.

Dilansir dari The Verge (18/3), ketika kedua orang tersebut meminta kepada produsen katup untuk cetak biru yang bisa mereka gunakan untuk mencetak replika, produsen katup itu menolak dan mengancam akan menuntut pelanggaran paten. Tetapi Fracassi dan Ramaioli tetap melakukannya dengan mengukur katup orsinil dan mencetak replikanya.

Sejauh ini, katup yang mereka buat telah bekerja pada 10 pasien pada tanggal 14 Maret, menurut Massimo Temporelli, pendiri perusahaan solusi manufaktur Italia FabLab yang membantu merekrut Fracassi dan Ramaioli untuk mencetak katup tiruan.

“(Para pasien) adalah orang-orang yang berada dalam bahaya, dan kami bertindak. Kami tidak berniat mencari untung dalam situasi ini, kami tidak akan menggunakan desain atau produk di luar kebutuhan saat ini, kami tidak akan menyebar gambar cetak 3D-nya,” kata Fracassi dalam postingan Facebook.