Mantan karyawan Samsung dituduh curi teknologi chip untuk China
Mantan eksekutif Samsung telah dituduh telah mencuri teknologi chip Samsung untuk mendirikan perusahaan chip di China.
Seorang mantan eksekutif di Samsung Electronics telah didakwa atas tuduhan mencuri teknologi perusahaan untuk mendirikan pabrik chip saingan di China. Terdakwa, yang juga bekerja sebagai wakil presiden di SK Hynix, dituduh mendapatkan data Samsung secara ilegal dengan tujuan membangun fasilitas peniru yang hanya berjarak 1,5 km dari pabrik manufaktur chip Samsung di Xian, China.
Jaksa telah memperkirakan bahwa pencurian data tersebut telah mengakibatkan kerugian setidaknya $233 juta bagi Samsung Electronics. Dilansir dari Gizmochina (13/6), insiden ini dipandang sebagai ancaman signifikan terhadap keamanan ekonomi nasional, karena industri chip Korea Selatan menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah persaingan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China.
Terdakwa, yang ditangkap bulan lalu, membantah tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Tanggal persidangan belum dikonfirmasi oleh pengadilan yang menangani kasus tersebut. Jaksa juga telah mendakwa enam orang lain yang diyakini terlibat, termasuk seorang karyawan dari perusahaan inspeksi yang dituduh membocorkan rencana arsitektur pabrik semikonduktor Samsung.
Kabar ini terjadi pada saat Korea Selatan secara aktif mendukung sektor chipnya. Baik Samsung Electronics dan SK Hynix, dua produsen chip memori teratas dunia, telah banyak berinvestasi di pabrik chip di China. Meskipun perusahaan-perusahaan ini mengandalkan teknologi dan peralatan A.S., sekitar 40% ekspor chip Korea Selatan diarahkan ke China.
Meskipun China awalnya tertinggal dalam produksi chip memori, perusahaannya dengan cepat mengejar para pesaing asal Korea Selatan. Analis memperkirakan bahwa kesenjangan teknologi antara chip NAND Flash yang diproduksi oleh YMTC China dan pemimpin industri seperti Samsung Electronics dan SK Hynix kini hanya berjarak dua tahun atau kurang.