Indosat Ooredoo hadirkan solusi CloudConnect

Oleh: Lely Maulida - Kamis, 17 Sep 2020 19:29 WIB

Indosat Ooredoo menghadirkan CloudConnect, yaitu layanan baru yang memberikan konektivitas ke Public Cloud dengan menggunakan konsep Network-as-a-Service (NaaS).

Gartner menyebutkan pertumbuhan Internet of Things (IoT) di Indonesia akan mencapai 19% hingga akhir 2022. Meski penelitian ini dilakukan pada tahun lalu atau sebelum pandemi, kondisi pandemi justru dinilai akan meningkatkan pertumbuhan IoT. Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) Teguh Prasetya menyebutkan potensi pasar IoT hingga 2022 masih sebesar Rp444 triliun. Menurutnya potensi tersebut tidak berubah meskipun terjadi pandemi. Yang berubah adalah dari sisi prioritasnya seperti pada sektor kesehatan yang kini menjadi prioritas utama.

Menyadari pertumbuhan tersebut, Indosat Ooredoo menghadirkan CloudConnect, yaitu layanan baru yang memberikan konektivitas ke Public Cloud dengan menggunakan konsep Network-as-a-Service (NaaS). Berkolaborasi bersama NetFoundry, solusi ini menjadikan Indosat Ooredoo sebagai penyedia layanan NaaS pertama berbasis full-software di Indonesia melalui CloudConnect.

“Indosat Ooredoo memahami dampak dan tantangan pada masa sulit ini, karena itu sejak awal pandemi, kami mengambil peran sebagai enabler khususnya di bidang informasi dan komunikasi. Bersama NetFoundry, Indosat Ooredoo menghadirkan CloudConnect sebagai solusi bagi pelanggan korporat untuk menjalankan bisnis secara cepat dan efisien dengan mengedepankan tiga keunggulan utama, yaitu peningkatan performansi, fleksibilitas, serta standar keamanan tinggi (Zero Trust Network Security)," kata Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena.

CloudConnect mampu meningkatkan performansi network hingga lima kali lebih cepat dibandingkan dengan alternatif network biasa seperti traditional VPN. Pelanggan dapat dengan mudah terhubung ke public cloud seperti Google, AWS, Azure, dan Alibaba. Lebih dari itu, CloudConnect dapat di-install di berbagai device seperti laptop, dan ponsel berbasis Android atau iOS, dan perangkat IoT, yang memungkinkan pelanggan dapat membuat virtual network dalam waktu singkat, tanpa memerlukan perangkat keras. CloudConnect juga mengadopsi Zero Trust Network Security, yaitu lima lapisan model keamanan yang disempurnakan untuk membuat network invisible yang dapat mengamankan akses jarak jauh ke cloud.

CloudConnect memungkinkan pelanggan untuk bekerja dimana saja, kapan saja, melalui perangkat apa pun yang dimiliki. Inovasi baru CloudConnect ini diharapkan dapat mendorong sektor bisnis di Indonesia untuk selalu menjadi terdepan.