Dituduh jadi mata-mata pemerintah China, ini kata CEO Huawei

Oleh: Nur Chandra Laksana - Rabu, 16 Jan 2019 15:25 WIB

CEO Huawei, Ren Zhengfei menyebut bahwa mereka akan menolak permintaan pemerintah jika dinilai merugikan para penggunanya.

Logo Huawei (CNET)

Huawei saat ini sedang mengalami beberapa kendala besar. Salah satunya adalah ditangkapnya dua petinggi mereka di dua lokasi dan waktu yang berbeda, yakni di Kanada akhir 2018 lalu dan di Polandia beberapa waktu lalu.

Meng Wanzhou, yang ditangkap otoritas Kanada telah dilepas setelah tak terbukti melakukan kesalahan. Sedangkan Wang Weijing yang ditangkap di Polandia, masih dalam penyelidikan atas dugaan spionase. Akibatnya, Huawei pun mendapat tekanan bahwa mereka merupakan mata-mata dari pemerintah China.

Gerah dengan tuduhan tersebut, CEO Huawei Ren Zhengfei menggelar wawancara meja bundar dengan beberapa wartawan. Dia menyebut, perusahaannya tidak ada kaitannya dengan pemerintah China.

“Saya mencintai negara saya, saya mendukung Partai Komunis. Tetapi saya tidak akan melakukan apa pun untuk membahayakan dunia, ”kata Ren, seperti dikutip dari laman Gizmodo (16/1/2019).

"Tidak ada undang-undang yang mewajibkan perusahaan di China wajib memasang dara untuk mengintip langsung ke perangkat mereka," tegas pria berusia 74 tahun tersebut. "Saya pribadi tidak akan pernah merugikan kepentingan pelanggan saya dan saya, serta perusahaan saya tidak akan menjawab permintaan tersebut."

Tag