Harga SSD dan memori bakal turun tahun depan

Oleh: Erlan - Jumat, 17 Agustus 2018 13:56

Akibat penurunan harga, sebuah SSD berkapasitas 480 hingga 512 GB di bawah USD 70 (Rp 1 juta) bisa saja menjadi kenyataan

Menurut Jim Handy dari Objective Analysis, harga NAND flash kemungkinan turun ke posisi terendah pada USD 0,08 (Rp 1.168) per GB di tahun 2019. Dilansir dari TechPowerUp (16/8), hal ini diungkapkannya saat menangani delegasi pada Flash Memory Summit 2018.

Jika ditambahkan biaya kontroler, chip DRAM opsional, dan suku cadang berbiaya rendah lainnya sehingga menjadi sebuah SSD berkapasitas 480 hingga 512 GB di bawah USD 70 (Rp 1 juta) bisa saja menjadi kenyataan. Diikuti oleh kapasitas 1 TB di bawah USD 120 (Rp 1,8 juta), dan 2 TB di bawah USD 200 (Rp 2,9 juta).

Penurunan harga juga dipercepat dengan diperkenalkannya teknologi QLC (4 bit per cell), yang meningkatkan kepadatan (dan sebaliknya menurunkan harga per GB-nya). Untungnya, sebagian besar pabrikan NAND flash juga membuat DRAM, dan mengimbangi sebagian kerugian NAND flash mereka dengan keuntungan DRAM, karena DRAM masih kekurangan pasokan. Anjoknya harga NAND flash mengancam menggeser hard disk drive (HDD) konvensional dari konsumen, setidaknya di pasar ynag matang. Dengan demikian, mengalirkannya ke pasar berkembang.

Memori NAND flash adalah jenis teknologi penyimoanan yang tidak memerlukan daya untuk menyimpan data. salah satu tujuan penting pengembangan NAND flash adalah mengurangi biaya per bit dan meningkatkan kapasitas chip maksimum sehingga memori flash dapat bersaing dengan perangkat penyimpanan berbasis magnet, seperti HDD.