Gojek PHK 430 karyawan dampak pandemi Covid-19

Oleh: Lely Maulida - Rabu, 24 Jun 2020 00:56 WIB

Melalui keterangan resminya Gojek mengonfirmasi 430 karyawan atau sekitar 9% dari total karyawan perusahaan terdampak PHK.

Source: Antara

Kabar PHK Gojek yang sebelumnya mencuat akhirnya mendapat titik terang. Melalui keterangan resminya Gojek mengonfirmasi kabar tersebut dengan menyatakan bahwa 430 karyawan atau sekitar 9% dari total karyawan perusahaan akan terdampak PHK.

"Sebanyak 430 karyawan (9 persen dari total karyawan), yang sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan. Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi COVID-19," demikian kutipan keterangan tersebut.

Keputusan ini tak lain disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang turut memengaruhi bisnis Gojek di Indonesia. 

“Ketika kami memulai sebagai Co-CEO, saya mengatakan kepada setiap orang bahwa saya akan senantiasa melakukan segala sesuatu dengan kepala dingin dan pikiran matang, apapun situasi yang dihadapi Gojek. Saya berharap janji tersebut bisa meyakinkan kalian bahwa keputusan ini sama sekali tidak mudah dan diambil setelah melalui proses kontemplasi yang panjang dan pemikiran yang matang. Ini merupakan keputusan tersulit yang pernah saya ambil selama sejarah saya di Gojek. Saya berharap kita dapat membangun perusahaan yang bisa membawa kita semua ke babak selanjutnya. Namun, dengan adanya ketidakpastian di depan kita, kita harus fokus pada misi yang kita tetapkan dan memastikan bahwa misi tersebut dapat terus tumbuh dan ada,” kata Co-CEO Gojek - Andre Soelistyo dalam email internal.

Berdasarkan hasil evaluasi perusahan, layanan GoLife mencakup layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan. Keputusan ini juga diambil berdasarkan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.