Facebook Messenger akan dilindungi enkripsi E2E secara default

Oleh: Zhafira Chlistina - Jumat, 12 Agst 2022 15:53 WIB

Fitur enkripsi end-to-end memungkinkan percakapan di dalam Facebook Messenger tidak dapat diakses oleh orang lain dan bahkan Meta.

Meta mengumumkan akan menguji fitur enkripsi end-to-end (E2E) default di dalam percakapan Facebook Messenger. Perusahaan mengatakan dalam siaran pers bahwa pengujian tersebut sudah dimulai awal pekan ini untuk beberapa pengguna, dan akan meluncurkannnya sebagai fitur privasi default di semua pesan dan panggilan pada 2023.

Fitur enkripsi end-to-end memungkinkan percakapan di dalam platform tidak dapat diakses oleh orang lain dan bahkan Meta. Namun, Meta dapat membuka akses terhadap suatu pesan apabila menerima laporan terkait keselamatan pengguna.

Selain itu, Meta juga sedang menguji penyimpanan yang aman di Android dan iOS, dilaporkan oleh Digital Trends (12/8). Fitur ini membantu pengguna mencadangkan obrolan terenkripsi apabila ponsel mereka hilang, atau ingin memulihkan riwayat pesan di perangkat baru yang mendukung enkripsi end-to-end.

Penyimpanan cadangan yang terenkripsi ini dapat dilindungi dengan pin atau kode dan pengguna dapat menyimpan kode tersebut di layanan seperti Google Drive atau iCloud. Penting untuk dicatat, integrasi Google Drive dan iCloud hanya untuk menyimpan pin, sedangkan isi back-up-nya sendiri hanya tersimpan di server Meta.

Selain Messenger, Meta juga mengatakan akan memperluas enkripsi end-to-end default ini ke pesan (Direct Message) Instagram. Pengujian di Instagram sudah dimulai sejak tahun lalu oleh beberapa kelompok yang terdaftar, dan sudah meluncurkan fitur ke basis pengguna dewasa di Rusia dan Ukraina pada Februari lalu, setelah invasi Ukraina.