Developer Angry Birds digugat karena langgar privasi anak

Oleh: Kelvin Churcill - Rabu, 08 Sep 2021 12:37 WIB

Rovio Entertainment dipastikan akan mendapat hukuman yang berat karena telah melanggar undang-undang yang terkait dengan privasi dan ‘Children’s Online Privacy Protection Act’ (COPPA).

Developer Angry Birds, Rovio Entertainment, dianggap melanggar privasi anak karena menjual data pribadi anak yang berusia di bawah 13 tahun. Jaksa Agung New Meksiko, Hector Balderas mengajukan gugatan ke pengadilan dan mengklaim bahwa Rovio Entertainment telah melakukan hal yang merugikan demi kepentingan pribadi.

Dilansir dari Jurist (28/08), Balderas menjelaskan bahwa Rovio Entertainment menargetkan anak kecil untuk meraih keuntungan melalui aplikasi, dengan penjualan barang virtual dan fisik dari berbagai media dan merchandise yang terkait dengan aplikasi. Dia juga menjelaskan, Rovio Entertainment secara diam-diam telah mengambil data pribadi anak kecil ketika mereka sedang bermain Angry Birds, kemudian menggunakan informasi pribadi untuk eksploitasi komersial. Informasi pribadi tersebut kemudian diberikan kepada jaringan pemasaran pihak ketiga untuk menargetkan anak kecil dengan iklan yang dipersonalisasi.

Menurut hukum, Rovio Entertainment yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan anak kecil di New Meksiko, secara tidak langsung orang tua juga mendapatkan dampaknya karena merasa tidak bisa melindungi privasi anak mereka. Karena itu, Rovio Entertainment dipastikan akan mendapat hukuman yang berat karena telah melanggar undang-undang yang terkait dengan privasi dan ‘Children’s Online Privacy Protection Act’ (COPPA). 

Developer yang membuat gim berkaitan dengan anak-anak harus menerima persetujuan orang tua terlebih dahulu sebelum mengumpulkan informasi pribadi dari pemain. Bahkan gim Angry Birds yang banyak dimainkan oleh orang dewasa juga tetap harus mematuhi COPPA dan memastikan gim tersebut tidak mengumpulkan informasi pribadi anak kecil. Hector Balderas menyatakan bahwa New Meksiko akan selalu meminta pertanggungjawaban dari perusahaan mana pun yang mempertaruhkan keselamatan anak-anak.

Angry Birds sendiri merupakan salah satu gim mobile yang paling banyak diunduh. Terdapat sekitar 4,5 milyar orang yang pernah mengunduh gim tersebut. Karena kepopulerannya, Rovio Entertainment membuat beberapa gim spin-off Angry Birds hingga membuat satu film layar lebar. Karena kasus ini merupakan kasus yang cukup serius, Rovio Entertainment harus menanggung akibatnya dan secara tidak langsung akan memberikan dampak pada franchise Angry Birds yang akan mendatang.