Apple pakai pembuluh darah demi tingkatkan performa Face ID dan Touch ID

Oleh: Hieronimus Patardo - Selasa, 21 Jul 2020 20:46 WIB

Pembuluh darah dinilai sebagai salah satu informasi yang sulit untuk disalin, ketimbang wajah atau sidik jari penggguna.

Apple kabarnya ingin meningkatkan performa Face ID dan sistem biometrik lainnya untuk mengatasi masalah yang kerap terjadi pada orang kembar. Hal ini akan dilakukan dengan memanfaatkan pola pembuluh darah yang ada di bawah jaringan kulit. Pasalnya, pola ini bersifat unik dan sulit untuk disalin. 

Sebagaimana diketahui, sistem keamanan biometrik seperti Face ID dan Touch ID, menawarkan perlindungan data pengguna. Tidak hanya itu, dibalik kerumitan pembuatannya, sistem ini sebenarnya menawarkan kemudahan kepada pengguna. Mereka tidak perlu lagi mengingat dan membuat kombinasi password yang rumit. Kunci keamanan mereka justru sudah berada di wajah dan tangan mereka sendiri. 

Sayangnya sistem ini kerap bisa dikelabui, terutama oleh anak kembar yang sangat mirip. Masalah ini diketahui muncul baru-baru ini. Nah, dalam paten terbaru, Apple mengajukan solusi masalah tersebut. Posisinya hanya beberapa milimeter di bawah kulit, dimana pembuluh darah berada.

Kontur wajah saat ini memang dapat disalin dengan mudah, namun tidak dengan pola pembuluh darah. Biasanya pola ini berbeda-beda pada setiap orang, bahkan pada orang kembar sekalipun.

Dilansir dari Apple Insider (21/7), sistem ini akan mengambil pola tersebut menggunakan sensor infra merah. Sebenarnya cara kerja sistem ini sangat mirip dengan FaceID. Meski begitu, Apple secara spesifik mengatakan akan menggunakan pembuluh darah untuk sistem biometrik ini.