Amazon dan IBM ajak pengembang pecahkan masalah corona

Oleh: Hieronimus Patardo - Sabtu, 21 Mar 2020 11:41 WIB

Amazon dan IBM mengajak para pengembang pecahkan masalah seputar corona, mulai dari tools diagnosa hingga peningkatan kerja dan belajar remote dari rumah.

Source: Vector Stock

Bukan rahasia lagi kala pandemi corona membuat berbagai perusahaan teknologi besar akhirnya turun tangan. Google, Facebook, Twitter hingga Microsoft berkomitmen untuk memerangi berita palsu terkait corona, sambil memberikan informasi faktual. Namun Amazon dan IBM punya pendekatan yang sedikit berbeda. 

Amazon misalnya. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengumumkan AWS Diagnostic Development Initiative. Program ini didesain untuk membantu dan mendorong tim untuk mengembangkan alat diagnosa COVID-19 yang lebih baik. Amazon bahkan menyiapkan dana sebesar USD20 juta atau sekitar Rp315 triliun dalam bentuk kredit Amazon dan bantuan teknis. 

“Dalam bisnis AWS (Amazon Web Services) kami, satu area yang kami dengar membutuhkan penelitian dan pengembangan diagnosa yang mendesak, yang terdiri dari deteksi dan pengujian COVID-19 yang cepat dan akurat. Diagnosa yang lebih baik akan membantu mempercepat perawatan dan isolasi, dan pada waktunya, dapat memperpendek perjalanan epidemi ini,” kata Teresa Carlson, Wakil Presiden, Sektor Publik Dunia, Amazon dalam sebuah blog resmi perusahaan itu. 

Tidak hanya itu, Amazon juga mengungkapkan bahwa perusahaan itu sudah membentuk sebuah tim yang terdiri dari ilmuwan dan ahli kesehatan publik untuk membantu perusahaan ini melancarkan program tersebut. 

Sementara itu, IBM memfokuskan kembali kontes 2020 Call for Code Global Challenge. Kontes yang semula ditujukan untuk memerangi perubahan iklim global itu kemudian digunakan juga untuk menemukan solusi di sekitar berkembangnya virus corona di dunia dengan membangun tools open-source