Serangan Siber di 2026 Diprediksi Makin Kompleks dengan Libatkan Ancaman Berbasis AI
Ensign InfoSecurity mengungkap ancaman siber 2026 kian kompleks, dari risiko rantai pasok hingga serangan berbasis AI yang makin agresif.
Memasuki 2026, perusahaan di Indonesia dihadapkan pada lanskap ancaman siber yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.
Ensign InfoSecurity memaparkan, risiko keamanan digital tahun ini tidak lagi hanya datang dari serangan langsung, tetapi juga melalui perluasan jaringan pelaku, lamanya serangan tak terdeteksi, serta meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kejahatan siber.
Hal itu merujuk pada Laporan Lanskap Ancaman Siber 2025, laporan ke-6 yang disusun Ensign berdasarkan pemantauan dan intelijen internal di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Analisis lanjutan laporan itu menegaskan pola kolaborasi antarpelaku kejahatan siber kian matang, sehingga memperbesar potensi dampak terhadap dunia usaha di 2026.
Salah satu sorotan utama laporan ini adalah meluasnya ekosistem pelaku ancaman. Kemampuan teknis yang sebelumnya hanya dimiliki kelompok besar kini dapat diakses lebih luas melalui model cybercrime-as-a-service.