Riset Kaspersky: Bangun SOC di Asia Pasifik Butuh Strategi Matang, Biaya Bisa Tembus Jutaan Dolar

Oleh: Tek ID - Rabu, 04 Maret 2026 13:50

Studi Kaspersky mengungkap biaya, waktu pembangunan, dan tantangan utama membangun Security Operations Center (SOC) di Asia Pasifik.

Semakin banyak perusahaan di Asia Pasifik mulai menempatkan keamanan siber sebagai prioritas strategis. Salah satu langkah yang kini banyak dipertimbangkan adalah membangun Security Operations Center (SOC), pusat operasi keamanan yang berfungsi memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman siber secara terpusat.

Namun, di balik rencana tersebut, banyak organisasi menghadapi realitas yang jauh lebih kompleks daripada sekadar menyiapkan anggaran dan teknologi. 

Laporan terbaru dari Kaspersky menunjukkan proses membangun SOC tidak hanya soal investasi awal, tetapi juga menyangkut kesiapan organisasi, sumber daya manusia, hingga kemampuan mengintegrasikan berbagai sistem keamanan.

Berdasarkan studi global Kaspersky, anggaran rata-rata yang direncanakan untuk membangun SOC secara global mencapai sekitar 2 juta dolar AS (Rp33 miliar). Meski demikian, angka tersebut sangat bervariasi tergantung pada ukuran organisasi, skala infrastruktur, serta tingkat layanan keamanan yang ingin dicapai.

Di kawasan Asia Pasifik, sebagian besar organisasi justru merencanakan anggaran yang lebih kecil. Sebanyak 93 persen perusahaan di kawasan ini menargetkan biaya pembangunan SOC di bawah 1 juta dolar AS, sementara di Indonesia persentasenya mencapai 91 persen.