Riset: 2026 Jadi Titik Balik Ancaman Siber, Rantai Pasok dan Vendor Jadi Sasaran Utama Peretas
Group-IB ungkap 263 akses perusahaan Asia-Pasifik dijual di dark web. Serangan rantai pasok dan AI jadi ancaman utama 2026.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi titik balik ancaman siber di kawasan Asia-Pasifik. Laporan terbaru High-Tech Crime Trends Report 2026 yang dirilis Group-IB mengungkap serangan siber kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam ekosistem serangan rantai pasok yang terstruktur dan semakin canggih.
Dalam laporan tersebut, Group-IB mencatat 263 kasus akses perusahaan di Asia-Pasifik yang diperjualbelikan di dark web sepanjang 2025.
Akses ini kemudian dimanfaatkan untuk melancarkan serangan lanjutan, mulai dari phishing, ransomware, hingga pencurian data skala besar.
Alih-alih membidik perusahaan besar secara langsung, pelaku kini lebih sering menyerang vendor, penyedia layanan, atau mitra di tingkat awal rantai pasok.
Dengan menembus satu titik yang dipercaya dalam ekosistem digital, peretas dapat memperluas dampak ke ribuan korban lain yang terhubung dalam jaringan tersebut.