Riset Kaspersky: 83 Persen Pebelanja Online Indonesia Andalkan Insting Sendiri Hadapi Penipuan Digital
Riset Kaspersky menunjukkan 83% pebelanja online Indonesia mengandalkan kewaspadaan sendiri, sementara penggunaan solusi keamanan masih terbatas.
Di tengah maraknya penipuan digital, mayoritas pebelanja online di Indonesia masih mengandalkan kewaspadaan pribadi untuk mengenali ancaman siber.
Riset terbaru Kaspersky menunjukkan 83% konsumen Indonesia percaya mampu mendeteksi penipuan secara mandiri, jauh di atas rata-rata global yang berada di angka 65%.
Namun, kepercayaan diri ini tidak selalu diimbangi dengan perlindungan teknologi yang memadai.
Survei tersebut mencatat hanya 58% pengguna di Indonesia yang mengaku menggunakan solusi keamanan untuk melindungi pembayaran online dan memblokir tautan phishing. Secara global, angkanya bahkan lebih rendah, yakni 42%.
Kondisi ini dinilai berisiko, mengingat selama setahun terakhir Kaspersky mengidentifikasi hampir 6,7 juta serangan phishing yang menyamar sebagai toko online, sistem pembayaran, dan layanan perbankan—dengan 55,6% di antaranya menargetkan pebelanja online.