Lebih dari 1 Juta Rekening Bank Diretas, Kaspersky Ungkap Pola Baru Kejahatan Siber Finansial
Kaspersky ungkap 1 juta rekening bank diretas, tren kejahatan siber kini bergeser ke pencurian data dan dark web.
Kaspersky mengungkap lebih dari satu juta rekening bank online berhasil diretas sepanjang 2025, seiring perubahan pola kejahatan siber finansial yang kini berfokus pada pencurian data kredensial pengguna.
Dalam laporan terbarunya, Kaspersky mencatat pelaku siber mulai meninggalkan metode lama seperti malware perbankan di komputer, dan beralih ke teknik yang lebih sederhana namun efektif, seperti phishing, rekayasa sosial, serta pemanfaatan data yang beredar di dark web.
Salah satu temuan utama adalah meningkatnya peran infostealer, jenis malware yang mencuri informasi sensitif seperti username, password, data kartu bank, hingga akses ke aset kripto.
Data tersebut kemudian dikumpulkan dan diperjualbelikan di dark web, memudahkan pelaku lain melakukan pembobolan akun secara masif.
Lonjakan ini terlihat signifikan. Deteksi infostealer di perangkat PC meningkat 59 persen secara global sepanjang 2025, bahkan di kawasan Asia Pasifik melonjak hingga 132 persen.