AC dan Air Purifier Beda Fungsi, Jangan Keliru saat Hadapi Polusi Udara
Udara di dalam rumah belum tentu lebih bersih dari luar. Kenali sumber polusi, beda fungsi AC dan air purifier, serta cara menguranginya.
Dyson HushJet Compact. dok. Dyson
Berdiam di dalam rumah dan menutup pintu serta jendela belum tentu membuat seseorang terbebas dari paparan polusi udara.
Partikel dari luar tetap dapat masuk ke bangunan, sementara aktivitas sehari-hari dan berbagai material di rumah juga dapat menjadi sumber polutan.
Persoalan tersebut menjadi relevan ketika kualitas udara luar memburuk dan cuaca semakin panas.
Kondisi semacam ini biasanya membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dengan jendela tertutup serta mengandalkan pendingin udara atau kipas.
Berdasarkan data IQAir, konsentrasi PM2.5 di Jakarta pada pertengahan September 2026 sempat mencapai 74,7 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi udara dalam ruangan pun tidak selalu lebih baik. Studi Dyson Global Connected Air Quality Data menyebut kualitas udara di dalam bangunan dalam kondisi tertentu dapat lebih buruk dibandingkan udara luar.
Studi tersebut menganalisis lebih dari setengah triliun titik data yang dikumpulkan dari lebih dari 2,5 juta pemurni udara Dyson di 39 negara.
Berdasarkan analisis tersebut, tingkat polusi dalam ruangan di banyak negara yang diteliti cenderung mencapai titik tertinggi pada sore hingga malam hari.
Temuan itu menjadi perhatian karena periode tersebut bertepatan dengan waktu ketika banyak orang beraktivitas di dalam rumah.
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah perbedaan antara mendinginkan dan membersihkan udara.
Kipas dan pendingin udara pada dasarnya membantu memberikan kenyamanan termal dan mengatur sirkulasi udara.
Sementara pemurni udara bekerja melalui sistem filtrasi untuk menangkap polutan tertentu yang terdapat di udara.
Berbeda dengan perubahan suhu, kualitas udara yang memburuk tidak selalu dapat dilihat atau dirasakan secara langsung.
Penggunaan sensor kualitas udara dapat membantu pengguna mengetahui perubahan kondisi dan keberadaan polutan di dalam ruangan.
Namun, kemampuan setiap pemurni udara dapat berbeda.
Konsumen perlu memperhatikan jenis polutan yang dapat ditangkap sistem filtrasi, kemampuan sensor, distribusi udara bersih, tingkat kebisingan, hingga kesesuaian perangkat dengan ukuran ruangan.
Jenis filter yang digunakan juga mempunyai fungsi berbeda.
Filter karbon aktif, misalnya, dapat digunakan untuk menangani sejumlah gas, bau, dan asap, sedangkan filter berstandar HEPA dirancang untuk menangkap partikel halus di udara.
Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan polutan di dalam rumah, terutama ketika kualitas udara luar sedang memburuk.
Pertama, periksa kondisi udara luar sebelum membuka jendela.
Ventilasi tetap diperlukan, tetapi waktu membuka pintu atau jendela dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di luar.
Kedua, kurangi sumber polusi dari dalam rumah. Aktivitas sehari-hari dan sejumlah material rumah tangga dapat menghasilkan partikel maupun gas sehingga kebersihan ruangan perlu dijaga secara rutin.
Ketiga, kualitas udara dapat dipantau menggunakan sensor atau perangkat yang mampu memberikan informasi secara real-time.
Sejumlah perangkat juga memungkinkan proses pemurnian berjalan otomatis ketika mendeteksi peningkatan polutan.
Terakhir, pemurni udara sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan satu spesifikasi.
Ukuran ruangan, jenis filter, kemampuan mendeteksi polutan, jangkauan distribusi udara hingga biaya dan periode penggantian filter perlu dipertimbangkan.
Dyson menawarkan sejumlah perangkat pemurni udara untuk kebutuhan ruangan berbeda. Salah satunya Dyson HushJet Purifier Compact yang ditujukan untuk ruang pribadi.
Dyson mengklaim perangkat tersebut mampu menangkap 99,97% partikel mikroskopis dari kabut asap hingga berukuran 0,3 mikron.
Perangkat juga dilengkapi teknologi untuk mengurai formaldehida dan filter dengan masa pakai hingga lima tahun.
Untuk kebutuhan pemurnian sekaligus aliran udara yang memberikan sensasi sejuk, terdapat Dyson Purifier Cool PC1.
Perangkat tersebut dirancang menangkap sejumlah polutan rumah tangga, termasuk debu, bulu hewan peliharaan, bakteri, dan jamur.
Sementara Dyson Purifier Cool PC2 De-NOx memiliki sistem filtrasi tambahan untuk polutan berbentuk gas.
Dyson mengklaim perangkat tersebut dapat menangkap nitrogen dioksida 50% lebih banyak.
Untuk ruangan lebih besar, Dyson menawarkan Dyson Purifier Big+Quiet Formaldehyde. Perangkat tersebut mampu menangkap 99,95% partikel ultrahalus dari kabut asap hingga berukuran 0,1 mikron, sekaligus dilengkapi teknologi untuk mengurai formaldehida.









