Ancaman Siber Berbentuk Serangan Backdoor Melonjak di Asia Tenggara, Indonesia Tembus 1,5 Juta Kasus

Oleh: Tek ID - Selasa, 21 April 2026 17:50

Serangan backdoor di Asia Tenggara melonjak 17% pada 2025. Indonesia tertinggi dengan 1,5 juta kasus, ancaman siber makin mengkhawatirkan.

Ancaman siber terhadap sektor bisnis di Asia Tenggara kian mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, Kaspersky mencatat lebih dari 3,4 juta serangan backdoor yang berhasil dideteksi dan diblokir di kawasan ini, dengan Indonesia menjadi negara dengan jumlah insiden tertinggi.

Data tersebut menunjukkan Indonesia mencatat 1.583.035 deteksi backdoor, diikuti Vietnam dengan 1.296.924 kasus. Sementara itu, Thailand mencatat 251.502 kasus, Malaysia 212.239, Singapura 50.511, dan Filipina 35.232 deteksi.

Backdoor sendiri merupakan salah satu ancaman siber paling berbahaya karena memungkinkan penyerang memperoleh akses jarak jauh ke sistem tanpa sepengetahuan pengguna. 

Setelah masuk, pelaku dapat mencuri data, memantau aktivitas, hingga mengendalikan sistem secara diam-diam.

Kaspersky mencatat, tren serangan ini tidak hanya tinggi secara volume, tetapi juga terus meningkat. Secara keseluruhan, serangan backdoor di Asia Tenggara naik 17% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia sendiri mengalami lonjakan sebesar 36% secara tahunan.