Penipuan Tiket hingga Streaming Ilegal, Ancaman Siber Bayangi Piala Dunia 2026

Oleh: Tek ID - Senin, 22 Juni 2026 07:15

Unit 42 Palo Alto Networks memperingatkan Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi target serangan siber terbesar sepanjang sejarah.

Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan tidak hanya menjadi ajang olahraga terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu target serangan siber terbesar dalam sejarah. 

Riset terbaru Unit 42 dari Palo Alto Networks menyebut turnamen yang digelar di tiga negara dan 16 kota tersebut memiliki permukaan serangan digital yang jauh lebih luas dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Dengan melibatkan 48 tim peserta dan miliaran penggemar di seluruh dunia, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dinilai membuka peluang besar bagi pelaku kejahatan siber untuk menyerang berbagai sektor, mulai dari layanan yang berhubungan langsung dengan penggemar hingga infrastruktur penyelenggaraan pertandingan.

Unit 42 mengidentifikasi tiga ancaman utama yang diperkirakan akan mendominasi selama turnamen berlangsung, yaitu gangguan operasional, kejahatan siber bermotif finansial, dan penyebaran disinformasi.

Ancaman pertama berupa gangguan operasional yang bertujuan mengacaukan layanan dan infrastruktur digital. Bentuk serangan ini dapat berupa serangan distributed denial-of-service (DDoS), perusakan tampilan situs web, serangan terhadap penyedia layanan, hingga upaya mengganggu sistem digital yang digunakan penyelenggara maupun pengunjung.