Beda Genre, Beda Beban: Ini Teknologi POCO X8 Pro Series Tangani Game Berat
POCO X8 Pro Series mengandalkan layar 120 Hz, Dimensity, pendingin 3D IceLoop dan baterai besar untuk menangani beragam game berat.
POCO X8 Pro Series. dok. POCO
Perkembangan game mobile membuat kebutuhan performa smartphone semakin tinggi. Tak hanya kualitas grafis, stabilitas frame rate, respons layar, pengelolaan suhu hingga daya tahan baterai menjadi faktor penting untuk memberikan pengalaman bermain yang optimal.
Setiap genre game bahkan memiliki karakter beban berbeda. Game MOBA membutuhkan respons layar cepat, first-person shooter (FPS) menuntut kestabilan performa, sedangkan game open-world memberikan tekanan lebih besar terhadap chipset dan sistem pendinginan.
POCO mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui POCO X8 Pro Series, yang mengandalkan kombinasi layar AMOLED 120 Hz, chipset MediaTek Dimensity, sistem pendinginan POCO 3D IceLoop, hingga baterai berkapasitas besar.
"Kita tahu para mobile gamer saat ini super perfeksionis dan pengen dapet pengalaman gaming rata kanan selevel konsol. Masalahnya, tiap genre game punya karakteristik berbeda yang punya cara tersendiri buat menyiksa hape," ujar Product Marketing Manager POCO Indonesia Satryo Rachmat.
Menurut dia, POCO X8 Pro Series dirancang untuk menghadapi kebutuhan performa dari berbagai genre game.
"Apapun genre game yang lo mainin, sikat aja!" katanya.
Untuk game MOBA seperti Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, dan League of Legends: Wild Rift, kecepatan respons terhadap sentuhan menjadi salah satu faktor yang menentukan pengalaman bermain.
POCO X8 Pro Series menggunakan layar AMOLED beresolusi 1.5K dengan refresh rate hingga 120 Hz. Layarnya memiliki touch sampling rate 480 Hz yang dapat meningkat hingga instant touch sampling rate 2.560 Hz melalui Game Turbo Mode.
Spesifikasi tersebut ditujukan untuk memperkecil jeda antara sentuhan pengguna dengan respons yang ditampilkan pada layar, terutama ketika pemain membutuhkan gerakan atau penggunaan skill secara cepat.
Tantangan berbeda muncul ketika memainkan game FPS dan battle royale seperti PUBG Mobile, Call of Duty: Mobile, dan Free Fire.
Smartphone harus memproses lingkungan permainan sekaligus mempertahankan frame rate ketika banyak objek atau pemain muncul dalam satu area.
Untuk kebutuhan tersebut, POCO X8 Pro Max menggunakan MediaTek Dimensity 9500s berarsitektur All Big Core dengan kecepatan hingga 3,73 GHz dan GPU Immortalis-G925.
Sementara POCO X8 Pro mengandalkan Dimensity 8500-Ultra yang dipadukan dengan GPU Mali-G720. POCO mengklaim kombinasi tersebut menghasilkan peningkatan performa grafis hingga 25 persen.
POCO menyebut konfigurasi perangkat keras tersebut ditujukan untuk menopang permainan pada 90 fps hingga 120 fps.
Namun, performa aktual tetap dapat berbeda bergantung pada game, pengaturan grafis, suhu perangkat, dan dukungan frame rate masing-masing aplikasi.
POCO turut menyematkan stereo speaker untuk membantu menghasilkan pengalaman audio lebih imersif, termasuk ketika pemain perlu mengenali arah suara di dalam permainan.
Beban lebih berat dapat muncul pada game open-world dan action RPG seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, serta Wuthering Waves.
Pemrosesan grafis 3D secara terus-menerus dapat meningkatkan temperatur perangkat dan berpotensi menyebabkan thermal throttling atau penurunan performa untuk mengendalikan suhu.
POCO X8 Pro Series mengantisipasinya melalui sistem pendinginan POCO 3D IceLoop berbasis LiquidCool. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu membuang panas sehingga chipset dapat mempertahankan performanya ketika bekerja dalam waktu panjang.
Ponsel ini juga menggunakan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 untuk menunjang proses pemuatan data serta perpindahan aplikasi dengan lebih cepat.
Daya tahan menjadi kebutuhan berbeda bagi pemain game simulasi dan sandbox, termasuk Roblox, TheoTown, dan Last War.
Game semacam ini dapat membuat pengguna menghabiskan waktu lebih lama di depan layar untuk mengelola permainan atau melakukan multitasking.
POCO X8 Pro Max dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh, sedangkan POCO X8 Pro menggunakan baterai 6.500 mAh.
Keduanya turut mendukung 100W HyperCharge untuk mempercepat pengisian ketika baterai habis. Kapasitas baterai besar tersebut menjadi salah satu pendekatan POCO untuk menjaga waktu penggunaan ketika smartphone menjalankan game dalam durasi panjang.









