Startup asal Jerman berhasil uji coba pesawat terbang listrik

Oleh: Erlanmart - Senin, 20 Mei 2019 14:16 WIB

Mesin dipasang di bawah sayap, miring untuk lepas landas vertikal kemudian bergeser ke depan untuk penerbangan horizontal.

Pesawat lima kursi bertenaga listrik, Lilium Jet, diinformasikan telah berhasil melakukan uji coba penerbangan perdananya. Dengan demikian, startup asal Jerman tersebut dapat mengambil langkah lain untuk meluncurkan layanan taksi udara berdasarkan permintaan (on-demand).

Perusahaan tersebut menyelesaikan penerbangan uji pada jet listrik untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal (vertical takeoff and landing / VTOL). Purwarupa pesawat dua tempat duduk ini dikendalikan dari jarak jauh dan dapat melakukan lepas landas secara vertikal. Dilansir dari Digital Trends (19/5), kemudian startup tersebut pada waktu yang sama menerima USD90 juta (Rp1,3 triliun) dari pemodal ventura, berjanji pada waktu itu akan bekerja pada pesawat listrik lima tempat duduk untuk taksi serta layanan ridesharing.

Lilium Jet diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer hanya dalam 60 menit, dan bertenaga 36 mesin listrik yang tidak mengeluarkan suara bising seperti helikopter dan pesawat lainnya. Minimnya getaran akan memberikan penumpang perjalanan lebih nyaman, tanpa emisi operasional, menjadikan mesin jet listrik Lilium adalah yang pertama menerima sertifikasi komersial.

Pesawat ini tidak memiliki ekor, kemudi, baling-baling, atau gearbox. Pasalnya, mesin dipasang di bawah sayap, yang miring untuk lepas landas vertikal kemudian bergeser ke depan untuk penerbangan horizontal.

Tes pertama untuk Lilium Jet, memiliki purwarupa dua kursi, adalah penerbangan tak berawak yang dikendalikan dari jarak jauh. Pada pesawat mesin listirk lima kursi baru-baru ini, pengujian hanya lepas landas secara vertikal, tetapi ini merupakan langkah besar bagi startup karena berharap untuk meluncurkan layanan taksi udara yang beroperasi penuh di beberapa kota pada 2025.