ChatGPT Jadi Rekan Berpikir, Pemuda Bali Ubah Modal Rp500 Ribu Menjadi Bisnis Bertaraf Internasional

Oleh: Tek ID - Senin, 20 Juli 2026 19:40

Kisah Agas memanfaatkan ChatGPT untuk membangun bisnis virtual assistant dari modal Rp500 ribu hingga melayani klien internasional.

Memulai usaha sering kali menjadi tantangan bagi banyak anak muda. Keterbatasan pengalaman, minimnya akses terhadap mentor, hingga kebingungan menentukan langkah pertama kerap membuat ide bisnis berhenti sebatas rencana. 

Kini, kecerdasan buatan seperti ChatGPT mulai dimanfaatkan sebagai rekan berpikir untuk membantu menyusun strategi usaha secara lebih terarah.

Salah satu contohnya datang dari Agasthea Viorent (Agas), lulusan SMK Negeri 1 Banyuwangi yang kini menetap di Denpasar, Bali. Berbekal modal sekitar Rp500 ribu, Agas merintis bisnis virtual assistant setelah sebelumnya bekerja di industri perhotelan hingga menjadi pengemudi ojek online. 

Kini, usahanya melayani klien dari sektor hospitality, mulai dari komunikasi dengan tamu, reservasi, hingga layanan remote concierge untuk pelanggan di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Italia dan Prancis.

"Awalnya saya punya ide, tapi belum tahu harus mulai dari mana dan apa saja yang perlu disiapkan agar ide itu benar-benar bisa dijalankan. Dengan ChatGPT, saya merasa seperti punya mentor bisnis yang bisa diajak berdiskusi, tempat saya bertanya banyak hal dan menyusun langkah-langkah bisnis dengan lebih jelas. Namun, enaknya keputusan bisnis tetap berada penuh di saya sebagai pemilik usaha untuk menentukan arah yang diambil," ujar Agas.