Hypernet Luncurkan TokenKu.ai, Satu Pintu Akses Lebih dari 120 Model AI
Hypernet meluncurkan TokenKu.ai untuk mengakses lebih dari 120 model AI sekaligus mengontrol penggunaan, token, dan biaya perusahaan.
Peluncuran Tokenku.ai/ dok. Hypernet Technologies
Hypernet Technologies meluncurkan TokenKu.ai, platform yang memungkinkan perusahaan mengakses lebih dari 120 model kecerdasan buatan (AI) melalui satu portal sekaligus mengendalikan penggunaan dan biaya secara terpusat.
Perusahaan Managed Service Provider (MSP) di bawah XLSMART tersebut menempatkan TokenKu.ai sebagai managed AI marketplace dengan konsep “Satu Gateway untuk Semua Model AI”.
Platform ini menyediakan akses ke berbagai model dari perusahaan teknologi seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta.
Melalui satu sistem, perusahaan dapat memantau konsumsi token berdasarkan pengguna, divisi, maupun model AI secara real time.
- AI Ready ASEAN Targetkan 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Keterampilan AI
- Mantan Atlet Nasional Glenn Victor Pakai ChatGPT untuk Jaga Rutinitas Olahraga, Begini Caranya
- Alita-Fujitsu Bawa AI Analisis Gerak ke Indonesia, Cukup Pakai Kamera Tanpa Sensor
- IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI Bisa Tambal Celah Open Source Tanpa Upgrade Besar
Manajemen juga dapat mengalokasikan virtual API key dan menentukan batas pengeluaran bulanan atau budget cap.
CEO Hypernet Technologies Sudianto Oei mengatakan platform tersebut dikembangkan untuk menjawab kompleksitas yang dihadapi perusahaan ketika mulai menggunakan berbagai layanan AI.
“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membantu organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi ‘Satu Gateway untuk Semua Model AI’,” kata Sudianto.
“Dengan TokenKu.ai, manajemen bisa memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional agar lebih tenang dalam mengadopsi AI,” lanjutnya.
Hypernet melihat meningkatnya penggunaan AI di lingkungan kerja turut memunculkan fenomena Bring Your Own AI (BYOAI), yakni ketika karyawan menggunakan berbagai layanan AI secara mandiri tanpa strategi dan tata kelola resmi dari perusahaan.
Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan perusahaan dalam mengawasi layanan AI yang digunakan sekaligus mengendalikan konsumsi token dan pengeluarannya.
Persoalan administrasi juga dapat muncul ketika setiap tim menggunakan penyedia AI berbeda.
Perusahaan harus mengelola sejumlah akun, lisensi, hingga tagihan dalam mata uang asing dari berbagai penyedia.
TokenKu.ai mencoba menyederhanakan proses tersebut dengan menggabungkan penggunaan layanan AI ke dalam satu tagihan resmi yang dilengkapi faktur pajak dan menggunakan mata uang rupiah.
Perusahaan menyediakan pilihan pembayaran melalui top up wallet atau menggabungkannya dengan paket managed service Hypernet Technologies.
Dengan model tersebut, tim internal tidak perlu mengelola akun dan kontrak dengan setiap penyedia AI secara terpisah.
Perusahaan juga dapat melihat besarnya penggunaan layanan AI dari satu sistem.
Peluncuran TokenKu.ai dilakukan ketika penggunaan AI di lingkungan bisnis semakin luas.
Hypernet merujuk Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC yang menyebut 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari merasa lebih produktif.
Studi Unlocking Indonesia's AI Potential 2026 yang dilakukan Strand Partners untuk Amazon Web Services (AWS) juga menyebut 75% bisnis di Indonesia yang telah mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas yang terukur.
Angka tersebut, menurut studi yang sama, mencapai 84% pada perusahaan yang telah mengimplementasikan agentic AI.
Namun, semakin banyaknya layanan AI yang digunakan di lingkungan perusahaan juga memunculkan kebutuhan untuk mengetahui siapa yang menggunakan layanan tersebut, model apa yang dipakai, serta berapa besar biaya yang dikeluarkan.
TokenKu.ai dirancang untuk memberikan visibilitas tersebut melalui sistem pengelolaan terpusat.
Hypernet menyebut pendekatan ini juga dapat membantu perusahaan mengurangi penggunaan layanan AI tanpa izin.
Pada tahap awal, Hypernet akan menyasar perusahaan di sektor Telekomunikasi, Media, dan Teknologi (TMT), jasa keuangan, serta ritel.
Ketiga sektor tersebut dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan tinggi terhadap efisiensi operasional dan kepatuhan data.
Jangkauan TokenKu.ai selanjutnya akan diperluas secara bertahap ke sektor industri lain.









