WhatsApp Perkuat Perlindungan Akun, Pengguna Passkey Kini Lebih dari 1 Miliar
Lebih dari 1 miliar orang memakai passkey WhatsApp. Fitur keamanan akun juga diperkuat untuk mencegah pembajakan dan penipuan.
Ilustrasi Paskey WhatsApp
WhatsApp mencatat lebih dari 1 miliar pengguna telah mengaktifkan passkey untuk melindungi akun mereka.
Fitur keamanan ini memungkinkan pengguna masuk kembali ke WhatsApp menggunakan sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar tanpa harus mengandalkan kode maupun PIN.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan passkey sebagai salah satu metode autentikasi akun WhatsApp.
Selain lebih praktis, WhatsApp menyebut teknologi ini sebagai cara yang lebih aman dan cepat untuk memverifikasi identitas pengguna.
- WhatsApp Rilis Fitur “About”: Cara Baru Berbagi Kabar Sehari-hari
- WhatsApp Resmi Hadir di Apple Watch, Bisa Kirim Pesan Suara dan Baca Chat Tanpa Sentuh iPhone
- Mulai Januari 2026, ChatGPT Tak Lagi Bisa Digunakan di WhatsApp
- WhatsApp Uji Coba Batas Bulanan Pesan Tanpa Balasan Untuk Hindari Spam dan Penipuan
Pengguna kini juga dapat menambahkan lebih dari satu passkey ke akun WhatsApp apabila menggunakan perangkat Android dan iOS. Pengaturannya dapat ditemukan melalui menu Pengaturan > Akun > Passkey.
Penguatan keamanan WhatsApp tidak berhenti pada passkey. Platform berbagi pesan tersebut juga meningkatkan sistem verifikasi dua langkah untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap upaya pengambilalihan akun.
Sebelumnya, verifikasi dua langkah WhatsApp menggunakan PIN yang terdiri atas enam digit. Sistem tersebut kini ditingkatkan sehingga pengguna dapat menggunakan kata sandi yang lebih panjang dengan kombinasi alfanumerik dan karakter khusus.
Langkah tersebut ditujukan untuk membuat kredensial keamanan semakin sulit ditebak. Verifikasi dua langkah menjadi lapisan perlindungan tambahan apabila pihak lain berhasil memperoleh kode sandi sekali pakai atau one-time password (OTP) pengguna.
WhatsApp turut memperkuat perlindungan terhadap panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Khusus di Android, pengguna kini bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai penelepon yang nomornya belum tersimpan dalam daftar kontak.
Informasi yang ditampilkan antara lain apakah nomor tersebut berasal dari negara lain serta apakah penelepon dan penerima panggilan tergabung dalam grup WhatsApp yang sama.
Konteks tambahan itu dapat membantu pengguna mempertimbangkan terlebih dahulu apakah panggilan dari nomor asing perlu dijawab.
WhatsApp menilai langkah tersebut penting karena pelaku penipuan kerap memanfaatkan rasa mendesak untuk mendorong calon korban segera memberikan respons.
Sejumlah pembaruan itu melengkapi sistem keamanan WhatsApp yang sejak awal mengandalkan enkripsi end-to-end secara default untuk percakapan pengguna.









