Jalan Menuju Surabaya Dimulai, Lima Tim Indonesia Bertarung di FFWS SEA 2026 Fall
FFWS SEA 2026 Fall dimulai hari ini. Lima tim Indonesia memulai perburuan gelar Asia Tenggara dan tiket Grand Finals di Surabaya.
Peserta FFWS 2026 Fall. dok Garena
Perjuangan lima tim Indonesia di Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall resmi dimulai Jumat (14/8/2026).
Bigetron by Vitality, EVOS Divine, MBR Omega, ONIC, dan RRQ Kazu akan bersaing dengan 13 tim dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia untuk memperebutkan gelar Asia Tenggara sekaligus delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026.
Selain memburu tiket ke panggung dunia, kelima tim membawa misi untuk dapat berlaga di hadapan publik sendiri.
Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall akan digelar di Surabaya pada 19–20 September 2026. Namun, dari 18 tim yang memulai kompetisi, hanya 12 tim berhak melaju ke babak tersebut.
- Esports Nations Cup Gandeng adidas, Lebih dari 100 Negara Kenakan Jersey Resmi
- Tim Honor of Kings Indonesia Lolos Langsung ke ENC 2026 di Riyadh
- Juara Baru Lahir di EWC 2026 Free Fire, LYON Bawa Meksiko ke Puncak Dunia
- Esports World Cup 2026 Resmi Dimulai di Paris, Sediakan Hadiah Terbesar dalam Sejarah Esport
Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu menjadi dua wakil pertama Indonesia yang turun pada Jumat. Bigetron yang menghuni Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B akan berada dalam satu lobi bersama sejumlah tim kuat, termasuk juara bertahan asal Vietnam Secret WAG serta Buriram United Esports dan All Gamers Global (AG.AL) dari Thailand.
Pada Sabtu (15/8), RRQ Kazu kembali bertanding ketika Grup B dipertemukan dengan Grup C.
Tiga wakil Indonesia lainnya, ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega, yang menghuni Grup C juga menjalani pertandingan perdana mereka pada hari yang sama.
ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega kemudian kembali bertanding pada Minggu (16/8), kali ini bersama Bigetron by Vitality ketika Grup C dipertemukan dengan Grup A.
Dengan format tersebut, seluruh wakil Indonesia akan menjalani dua hari pertandingan sepanjang pekan pembuka.
RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality memasuki kompetisi dengan mempertahankan susunan pemain dari musim sebelumnya.
Stabilitas tersebut membuat keduanya memiliki modal berupa chemistry dan pola permainan yang telah terbentuk untuk menghadapi persaingan regional.
Pelatih RRQ Kazu Adi Gustiawan atau Coach Ady mengatakan tantangan timnya kini bukan lagi membangun chemistry, melainkan mengubah konsistensi menjadi hasil maksimal hingga akhir turnamen.
“Kami sudah cukup lama bermain bersama, jadi chemistry bukan lagi hal yang perlu kami cari. Tantangan kami sekarang adalah mengubah konsistensi itu menjadi hasil yang benar-benar selesai sampai akhir,” kata Ady.
Menurut dia, hasil di Esports World Cup (EWC) menjadi salah satu bahan evaluasi tim. RRQ Kazu ingin bermain lebih rapi sekaligus berani mengambil keputusan agar tidak kembali kehilangan peluang.
Berbeda dengan RRQ, EVOS Divine memasuki FFWS SEA 2026 Fall dengan perubahan susunan pemain. FaizMKS dan IKAL didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Rasyah dan Rey setelah keduanya memilih rehat.
Perubahan tersebut menjadi upaya EVOS memperbaiki performa setelah memperoleh hasil kurang memuaskan dalam sejumlah turnamen terakhir, termasuk EWC 2026.
Perombakan juga dilakukan ONIC. Tim yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang pernah menjuarai FFWS SEA sejak kompetisi menggunakan format regional pada 2024 itu membawa kembali GEDAY dan merekrut Rattapoom Sunthalunai atau POOM asal Thailand.
Langkah tersebut diambil setelah ONIC melewati periode sulit. Mereka gagal mendapatkan tiket FFWS Global Finals 2025, tidak mencapai Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring, serta absen dari EWC 2026 di Paris.
“Performa kami dalam beberapa turnamen terakhir memang belum cukup bagus. Kami gagal ke Grand Finals musim lalu dan melewatkan EWC, jadi perubahan ini bukan sekadar soal mencoba nama baru. Kami perlu membangun kembali cara bermain, kepercayaan diri, dan rasa lapar untuk bersaing,” ujar Pelatih ONIC Ahmad Fadly Masturoh atau Coach AFM.
Di antara lima wakil Indonesia, MBR Omega datang dengan status berbeda. Juara Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall tersebut akan menjalani debut di FFWS SEA.
Meski demikian, MBR memiliki Muhammad Akbar atau BARA yang sudah mengantongi pengalaman di turnamen internasional. BARA sebelumnya pernah berlaga di FFWS 2022, EWC 2024, dan FFWS Global Finals 2024 serta sempat memperkuat EVOS Divine.
“Saya sudah pernah bermain di turnamen internasional, jadi saya tahu tekanan dan level persaingannya berbeda. Sekarang tantangannya adalah bagaimana pengalaman itu bisa membantu tim, terutama saat kami menghadapi situasi yang belum pernah kami rasakan di FFNS,” kata BARA.
“Kami datang sebagai juara, tetapi kami tidak mau berhenti di situ. Kami ingin membuktikan bahwa MBR bisa bersaing dan punya alasan untuk berada di FFWS SEA,” lanjutnya.
Perjalanan menuju Grand Finals dimulai melalui Knockout Stage pada 14 Agustus hingga 6 September 2026.
Seluruh tim lebih dahulu mengumpulkan poin pada Phase 1 sebelum persaingan berlanjut ke Phase 2 dan Phase 3 untuk menentukan 12 tim yang berhak terbang ke Surabaya.
Enam tim akan mengamankan tempat di Grand Finals lebih awal, sedangkan enam tiket tersisa ditentukan pada pekan terakhir Knockout Stage. Kondisi tersebut membuat konsistensi sepanjang fase awal menjadi krusial bagi lima wakil Indonesia.
Babak puncak di Surabaya akan berlangsung selama dua hari melalui Point Rush dan Grand Finals pada 19–20 September.
Sebanyak 12 tim terbaik akan bertarung menggunakan format Champion Rush. Tim yang telah mencapai ambang 110 poin dan kemudian mendapatkan Booyah akan keluar sebagai juara FFWS SEA 2026 Fall.









