×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

AG.AL Juara Esports World Cup 2026, Patahkan Dominasi Team Falcons

Oleh: Tek ID - Senin, 24 Agustus 2026 19:17

AG.AL juara Club Championship Esports World Cup 2026 di Paris dengan 5.300 poin dan membawa pulang hadiah sekitar Rp124 miliar.

AG.AL Juara Esports World Cup 2026 AG.AL memenangi EWC 2026 di Paris. dok. Esports Foundation

AG.AL keluar sebagai juara Club Championship Esports World Cup (EWC) 2026 setelah memenangi persaingan tujuh pekan di Paris, Prancis. 

Gelar tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Team Falcons yang menjadi juara dalam dua edisi sebelumnya.

AG.AL mengumpulkan 5.300 poin dan berhak membawa pulang hadiah 7 juta dolar AS atau sekitar Rp124 miliar. 

Team Falcons harus puas di posisi kedua dengan 4.600 poin, disusul Team Vitality dengan 3.300 poin, Natus Vincere 2.950 poin, dan Team Liquid 2.700 poin.

Kepastian gelar AG.AL baru ditentukan pada akhir pekan terakhir EWC 2026. Gwendal "Gwen" Duparc menjadi sosok penting setelah memenangi turnamen Trackmania perdana di Esports World Cup.

Sebelum babak playoff Trackmania, Team Falcons masih memimpin klasemen Club Championship. Namun, tersingkirnya Carl-Antoni "Carl Jr." Cloutier pada perempat final membuka jalan bagi AG.AL untuk mengambil alih posisi puncak.

Gwen hanya membutuhkan finis minimal di posisi ketiga untuk memastikan gelar bagi timnya. Ia justru tampil dominan dan menjadi juara Trackmania, sekaligus mengamankan hadiah turnamen 130.000 dolar AS atau sekitar Rp2,3 miliar.

Kemenangan Trackmania melengkapi performa AG.AL di sejumlah game sepanjang EWC 2026. Klub tersebut sebelumnya menjadi juara Tekken 8, menempati posisi kedua pada Chess, Free Fire dan Honor of Kings World Cup, serta finis ketiga di Teamfight Tactics.

COO AG.AL Eddy Chen mengatakan keberhasilan tersebut menjadi pembuktian atas strategi yang sejak 2024 diarahkan untuk membangun klub kompetitif di berbagai gim dan wilayah.

"Ketika kami mulai mengembangkan AG.AL secara global pada tahun 2024, di tahun yang sama saat Esports World Cup diluncurkan, kami memiliki visi untuk membangun Club yang mampu meraih kesuksesan lintas game, wilayah, dan budaya. Gelar ini menunjukkan sejauh mana visi tersebut telah berkembang," kata Eddy.

Ia menilai gelar Club Championship tidak hanya ditentukan satu kemenangan, tetapi merupakan hasil kontribusi pemain, pelatih, dan staf sepanjang kompetisi.

"Perjalanan kami di Paris mencerminkan kekuatan seluruh organisasi, mulai dari terobosan M. Zubair di TEKKEN 8 dan pencapaian kami di berbagai judul game, hingga kemenangan penentu Gwen di Trackmania," ujarnya.

EWC 2026 berlangsung selama tujuh pekan dengan melibatkan lebih dari 2.000 pemain dari 200 klub dan lebih dari 100 negara. 

Sebanyak 25 turnamen dari 24 gim dipertandingkan dengan total hadiah 75 juta dolar AS atau sekitar Rp1,33 triliun.

Sejumlah nama besar dan pemain muda turut mencuri perhatian. Caliste "Caliste" Henry-Hennebert membawa Karmine Corp mencapai Grand Final League of Legends di hadapan publik Prancis.

Jaime "Craime" Bustos asal Cile bahkan mencetak sejarah. Pemain berusia 15 tahun itu mengalahkan dua juara EVO dan menjadi juara EWC termuda sepanjang sejarah.

Khawaja "M. Zubair" dari AG.AL menjuarai Tekken 8 setelah memulai perjalanan melalui Last Chance Qualifier (LCQ). 

Samy "dralii" Hajji juga mencatat rekor sebagai pemain pertama yang mengoleksi tiga gelar Esports World Cup setelah kembali memenangi Rocket League.

Di Chess, Grandmaster Magnus Carlsen mempertahankan gelar dengan menjadi juara untuk kedua kalinya secara beruntun tanpa menelan satu kekalahan.

EWC 2026 juga mencatat pertumbuhan jumlah penonton. Kompetisi disiarkan melalui lebih dari 100 mitra penyiaran dan layanan OTT dalam 47 bahasa, dengan dukungan sekitar 5.000 kreator serta co-streamer.

Secara global, penyelenggara mencatat EWC menjangkau 850 juta penonton dengan total waktu tontonan mencapai 440 juta jam, masing-masing meningkat 13 persen dan 26 persen. 

Jumlah penonton bersamaan tertinggi mencapai 4,3 juta ketika turnamen League of Legends berlangsung.

Sebanyak 175.000 tiket pertandingan esports terjual, meningkat 94 persen dibandingkan 2025. Jika digabungkan dengan kunjungan ke berbagai arena, Fan Fest, dan aktivitas EWC di Paris, total kunjungan selama tujuh pekan diklaim mencapai 2 juta.

CEO Esports Foundation Ralf Reichert mengatakan penyelenggaraan EWC diarahkan melampaui sebuah turnamen dan menjadi bagian dari pengembangan esports sebagai olahraga global.

"Ambisi kami selalu lebih besar dari sekadar menyelenggarakan satu acara: kami ingin mengembangkan esports dan menjadikannya sebagai salah satu olahraga global terkemuka," kata Reichert.

Paris menjadi kota pertama di luar Riyadh yang menjadi tuan rumah Esports World Cup. Setelah edisi 2026 berakhir dengan AG.AL sebagai Club Champion, Esports World Cup dijadwalkan kembali digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada 2027.

×
back to top