Era AI Ubah Cara Menonton, Samsung Dorong Pengalaman TV yang Lebih Personal
Samsung menilai TV di era AI akan berkembang menjadi pendamping cerdas yang memahami kebutuhan pengguna dan keluarga.
Samsung TV Mirco RGB. dok. Samsung
Samsung Electronics Indonesia menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) tengah mengubah cara konsumen memandang televisi.
Jika sebelumnya kualitas gambar menjadi pertimbangan utama, kini pengguna mulai menginginkan perangkat yang mampu menghadirkan pengalaman lebih personal, intuitif, dan relevan dengan aktivitas sehari-hari di rumah.
Presiden Samsung Electronics Indonesia Harry Lee mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak lagi ditentukan hanya oleh kecanggihan perangkat, tetapi juga oleh kemampuannya memahami kebutuhan pengguna.
“Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja secara natural di balik layar untuk menghadirkan pengalaman yang lebih seamless, meaningful, dan nyaman bagi konsumen,” ujar Harry Lee.
- Galaxy A37 5G vs Galaxy A36 5G: Mana Pilihan Upgrade Samsung yang Lebih Worth It?
- Samsung Bawa TV Micro RGB Pertama di Dunia ke Indonesia, Usung Vision AI dan Warna Lebih Presisi
- Ini Peningkatan Paling Terasa dari Samsung Galaxy A57 5G Dibanding Seri Sebelumnya
- Samsung Hadirkan TV QLED Terbaru dengan Harga Terjangkau dan Update 7 Tahun
Pandangan tersebut menjadi dasar pengembangan Samsung Micro RGB yang kini dibekali Samsung Vision AI.
Melalui teknologi tersebut, Samsung berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang lebih adaptif dengan kemampuan mengoptimalkan kualitas gambar, warna, dan suara secara otomatis sesuai jenis konten yang sedang dinikmati pengguna.
Salah satu fitur yang disorot adalah Micro RGB AI Engine Pro yang memungkinkan televisi menyesuaikan tampilan warna secara otomatis agar terlihat lebih akurat dan hidup.
Samsung juga membekali perangkat tersebut dengan teknologi Glare Free untuk mengurangi gangguan pantulan cahaya saat menonton.
Menurut Harry, pengalaman berbasis AI tidak hanya terbatas pada kualitas visual, tetapi juga bagaimana perangkat mampu memahami konteks penggunaan sehari-hari.
Salah satu contohnya hadir melalui AI Soccer Mode Pro yang secara otomatis mengoptimalkan tampilan pertandingan sepak bola, mulai dari warna lapangan, ketajaman gerakan pemain, hingga kejernihan suara komentator.
“Melalui AI Soccer Mode Pro, misalnya, TV secara otomatis membuat warna lapangan terlihat lebih hidup, setiap pergerakan pemain tetap tajam dan realistis meski berlangsung dalam hitungan detik, dan suara komentator terdengar jauh lebih jelas,” kata Harry.
Lebih jauh, Samsung melihat peran televisi akan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Televisi tidak lagi diposisikan hanya sebagai perangkat hiburan, melainkan bagian dari ekosistem digital rumah yang terhubung dengan berbagai perangkat lain.
“Saat ini, TV tidak lagi hanya menjadi perangkat hiburan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari cara keluarga menikmati waktu bersama, mengekspresikan lifestyle, hingga menjalani kehidupan digital mereka di rumah,” ujarnya.
Karena itu, Samsung memprediksi televisi akan berevolusi menjadi perangkat yang mampu berperan sebagai pendamping digital bagi keluarga.
Menurut Harry, arah perkembangan tersebut akan membuat TV semakin mampu memahami kebutuhan pengguna dan memberikan pengalaman yang lebih personal dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
“Karena itu, kami percaya TV akan berevolusi menjadi intelligent companion yang dapat menjadi teman keseharian di rumah yang mampu memahami kebutuhan pengguna dan menghadirkan pengalaman yang semakin personal di setiap momen,” tuturnya.
Selain pengalaman berbasis AI, Samsung juga menekankan pentingnya dukungan jangka panjang melalui pembaruan sistem operasi hingga tujuh tahun, integrasi ekosistem SmartThings, serta perlindungan keamanan melalui Samsung Knox Security.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting karena televisi kini semakin terhubung dengan berbagai perangkat dan aktivitas digital keluarga.
Bagi Samsung, masa depan teknologi tidak hanya tentang menghadirkan perangkat yang lebih pintar, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan manusia.
Melalui pengembangan Samsung Vision AI pada lini Micro RGB, perusahaan ingin membawa pengalaman menonton yang lebih personal, adaptif, dan bermakna ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.









