×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

RunSight, Kacamata AI Karya Mahasiswa Indonesia Masuk 10 Besar Samsung SFT Global Ambassador

Oleh: Tek ID - Rabu, 18 Februari 2026 22:25

RunSight, kacamata AI karya mahasiswa UI, terpilih sebagai SFT Global Ambassador dan masuk 10 besar inovasi dunia 2026.

Kacamata AI Karya Mahasiswa UI Masuk 10 Besar Samsung SFT Tim Labmino UI yang mengembangkan kacamata AI RunSight. dok. Samsung

Inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat global. RunSight, kacamata pintar berbasis AI karya mahasiswa Universitas Indonesia, terpilih sebagai salah satu dari 10 tim terbaik dunia dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador 2026.

RunSight dikembangkan oleh Tim Labmino sebagai solusi inklusif bagi pelari dengan keterbatasan penglihatan. 

Perangkat ini dirancang memberikan panduan suara secara real-time, sehingga pengguna dapat berlari dengan lebih aman dan percaya diri tanpa harus selalu bergantung pada pendamping.

President Samsung Electronics Indonesia Harry Lee mengatakan pencapaian ini mencerminkan bagaimana AI dapat digunakan secara relevan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Kecerdasan buatan sedang mengubah cara kita berkomunikasi, berkarya, dan menyelesaikan berbagai hambatan. Di Samsung, kami memandang AI sebagai pendamping yang bekerja secara alami untuk membantu manusia,” ujar Harry Lee dalam keterangannya.

Menurutnya, perkembangan AI saat ini membentuk ekspektasi baru terhadap pengalaman digital yang lebih intuitif dan responsif terhadap kebutuhan sehari-hari. 

Karena itu, setiap inovasi AI dinilai harus memiliki tujuan yang jelas dan memberi manfaat konkret.

“Kami percaya bahwa setiap terobosan AI harus memiliki tujuan agar kehidupan menjadi lebih baik, lebih kaya, dan lebih bermanfaat. Pendekatan inilah yang kami pegang dalam menghadirkan teknologi yang dapat digunakan secara luas dan berkelanjutan,” lanjutnya.

RunSight sendiri lahir dari proses pembinaan di program Samsung Solve for Tomorrow Indonesia 2025. 

Program ini dirancang untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi dan AI yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan mereka.

Harry Lee menilai SFT menjadi titik temu antara teknologi dan empati. Ide-ide yang muncul bukan hanya berorientasi pada kecanggihan, tetapi juga pada dampak sosial.

“Samsung Solve for Tomorrow berada di titik interseksi antara teknologi, empati, dan masa depan generasi muda. Perjalanan Tim Labmino menunjukkan bahwa ide yang berangkat dari pengalaman sehari-hari bisa berdampak nyata,” katanya.

Setelah menjuarai kompetisi tingkat nasional, Tim Labmino melanjutkan seleksi ke tingkat regional dan global hingga akhirnya masuk dalam jajaran 10 besar dunia sebagai SFT Global Ambassador. 

Capaian ini menjadi pengakuan internasional terhadap inovasi yang dirancang dari konteks lokal, namun memiliki relevansi global.

Keberhasilan RunSight juga menegaskan Indonesia memiliki potensi kuat dalam pengembangan teknologi AI yang inklusif dan berdampak sosial. 

Dari sebuah ide yang berangkat dari empati terhadap pelari dengan gangguan penglihatan, lahir solusi yang kini mendapat sorotan dunia.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu sumber inovasi teknologi berbasis AI yang mampu bersaing di panggung internasional, dari Indonesia untuk dunia.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top