Xiaomi canangkan buyback demi genjot saham

Saham Xiaomi terdaftar di Hong Kong tahun lalu. Perusahaan telah kehilangan hampir sepertiga dari nilainya tahun ini dan setengah dari IPO mereka.

Xiaomi canangkan buyback demi genjot saham (Foto: Brandsynario)

Xiaomi mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai 12 miliar dolar Hong Kong. Hal ini dilakukan sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan saham yang menyusut. Tak lama setelah pengumuman itu dipublikasikan, saham Xiaomi naik hampir 7%.

Pekan lalu perusahaan membatalkan rencana untuk menawarkan ekuitas di Tiongkok guna menarik investor yang ingin membeli perusahaan global. Dilansir Reuters (3/9), Xiaomi mengatakan punya cukup dana dan akan fokus pada pengembangan bisnis perusahaan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Redmi 8A akan meluncur pada 25 September

Begini bocoran desain Xiaomi Mi 9 Pro 5G

Lei Jun pamer kecepatan charging Xiaomi Mi 9 Pro 5G


Saham Xiaomi terdaftar di Hong Kong tahun lalu. Perusahaan telah kehilangan hampir sepertiga dari nilainya tahun ini dan setengah dari IPO mereka. Kemunduran ini disebabakan pertumbuhan bisnis perusahaan yang melambat dan meningkatnya persaingan. Saham Xiaomi pun dipengaruhi oleh demonstrasi anti-pemerintah di Hong Kong yang dimulai sejak Juni lalu.

"Saya kira harus membuat investor percaya diri untuk membeli saham karena itu menunjukkan bagaimana manajemen percaya diri dalam kemampuannya menghasilkan uang secara berkelanjutan," kata analis Morningstar Dan Baker dikutip Reuters.

Xiaomi memiliki kas dan setara kas 34,9 miliar yuan pada 30 Juni dan total pinjaman 13,8 miliar yuan. Perusahaan pun telah menghasilkan cash flow positif sekitar 11 miliar yuan pada kuartal Juni. "Dewan meyakini buyback dalam kondisi saat ini akan menunjukkan kepercayaan perusahaan pada prospek bisnis," kata Xiaomi dalam pengajuan bursa.

Untuk diketahui, pertumbuhan Xiaomi melambat cukup tajam karena pasar smartphone global menyusut serta persaingan lokal meningkat. Pangsa pasar Xiaomi di Tiongkok menurun seperlima pada kuartal April-Juni, bahkan ketika Huawei mendapati peningkatan 31%, sebagaimana dicatat Canalys.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: