sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
Minggu, 30 Mei 2021 11:26 WIB

WhatsApp tak jadi blokir pengguna yang tolak pembaruan kebijakan mereka

Sebagai ganti agar tetap dapat mengakses semua fitur, WhatsApp akan memunculkan layar permintaan untuk menerima pembaruan kebijakan mereka.

WhatsApp tak jadi blokir pengguna yang tolak pembaruan kebijakan mereka

Beberapa waktu lalu, Facebook memutuskan untuk membatasi fitur WhatsApp bagi para pengguna yang tidak setuju dengan pembaruan persyaratan mereka. Hal ini membuat banyak orang berpikir untuk mencari alternatif lain untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Melihat masalah ini, tampaknya WhatsApp tengah membicarakan beberapa solusi untuk para penggunanya. Dan mereka pun tampaknya sudah setuju dengan sebuah keputusan yang pro kepada para penggunanya.

“Mengingat diskusi baru-baru ini dengan berbagai otoritas dan pakar privasi, kami ingin menjelaskan bahwa saat ini kami tidak memiliki rencana untuk membatasi fungsionalitas cara kerja WhatsApp bagi mereka yang belum menerima pembaruan,” kata perwakilan Whatsapp, seperti dikutip dari laman The Next Web (30/5).

“Sebagai gantinya, kami akan terus mengingatkan pengguna dari waktu ke waktu tentang pembaruan serta saat orang memilih untuk menggunakan fitur opsional yang relevan, seperti berkomunikasi dengan bisnis yang menerima dukungan dari Facebook," tegas mereka.

Ini berarti, para pengguna akan sesekali melihat pemberitahuan untuk menyetujui persyaratan pembaruan mereka beberapa kali dalam jangka waktu tertentu. Mereka juga memastikan agar tidak terlalu mengganggu kenyamanan pengguna dalam menggunakan layanan mereka.

Seperti diketahui, WhatsApp pertama kali memperkenalkan kebijakan privasi yang diperbarui secara tiba-tiba pada bulan Januari. Mereka membahas perluasan alat perpesanan bisnis dan fitur belanja barunya.

Facebook pun menjadi salah satu pihak yang berperan dalam mengaktifkan fitur tersebut, dan tampaknya, interaksi bisnis pengguna di WhatsApp dapat memengaruhi iklan yang Anda lihat di situs web perusahaan induknya.

Ini menjadikan banyak pengguna memahami bahwa ketika WhatsApp memaksa pengguna untuk berbagi lebih banyak data dengan Facebook, mengakibatkan reaksi besar-besaran yang mendorong perusahaan untuk menunda peluncuran kebijakan tersebut.

Share
×
img
×
tekid
back to top