sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
Senin, 18 Mei 2020 12:44 WIB

WhatsApp Pay kembali hadapi kendala jelang meluncur secara resmi di India

WhatsApp dituduh menyalahi posisi pasarnya di India dengan menawarkan layanan pembayaran digital di dalam aplikasinya. 

WhatsApp Pay kembali hadapi kendala jelang meluncur secara resmi di India
Source: Bussiness Standard

Facebook telah lama berjuang untuk menghadirkan layanan pembayaran digital melalui aplikasi WhatsApp. Dikenal dengan nama WhatsApp Payment atau WhatsApp Pay, layanan ini sudah menjalani masa uji coba di India. Namun, kabar terbaru menyebutkan kalau Facebook kembali mengalami kendala dalam menghadirkan layanan ini. 

Untuk diketahui, sebelum bisa melakukan uji coba di India, pemerintah negara tersebut mengharuskan Facebook untuk membangun data center di negara itu. Alasannya agar data tersebut dapat dilokalisasi di India saja. Data Center pun dibangun, dan WhatsApp Pay memasuki tahap uji coba. 

CEO Facebook, Mark Zuckerberg menyatakan bahwa WhatsApp Pay akan meluncur di India dalam waktu dekat. Kendati begitu, CCI (Competition Commission of India), saat ini sedang meninjau ulang gugatan yang diajukan pada pertengahan Maret lalu. Gugatan itu menyebut bahwa WhatsApp menyalahi posisi pasarnya di India dengan menawarkan layanan pembayaran digital di dalam aplikasinya. 

Bukan tanpa sebab, hal tersebut diperkirakan akan memberikan keuntungan signifikan bagi WhatsApp dibanding pesaing di layanan yang sama, misalnya Google Pay dan PayTM. CCI dapat memerintahkan divisi investigasinya untuk melakukan penyelidikan lebih luas terhadap tuduhan tersebut. Untuk diketahui, di India, WhatsApp sudah memiliki basis pengguna sebanyak 400 juta pengguna. 

Dilansir dari XDA Developers (18/5), tiga sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa kasus ini masih berada di tahap awal. Saat ini, anggita senior di CCI sedang melakukan peninjauan terhadap kasus tersebut. Namun, belum ada keputusan final yang dikeluarkan. 

Sejatinya, awal tahun ini WhatsApp sebenarnya sudah berhasil menangani semua kendala dan menerima persetujuan dari pemerintah India untuk meluncurkan layanan pembayaran itu. Dalam persiapannya, perusahaan ini berencana untuk memperluas adopsi layanan itu ke 10 juta pengguna. Rilis nasionalnya akan dilakukan jelang akhir tahun ini. 

Investigasi CCI jelas akan menghambat peluncuran layanan WhatsApp Pay di India, setidaknya sampai ada keputusan final dari lembaga tersebut terhadap kasus ini. 

Share
back to top