Waspada penipuan iklan video tersembunyi di aplikasi ponsel

Pengguna ponsel kerap dihantui penipuan iklan dari pihak tidak bertanggung jawab. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahuinya.

Waspada penipuan iklan video tersembunyi di aplikasi ponsel Source: Google

Ketika menggunakan aplikasi gratisan, kita kerap menemui iklan. Tak jarang iklan tersebut dipasang dalam bentuk banner, entah di layar bagian atas atau bawah. Namun, siapa yang dapat menyangka kalau dibalik iklan tersebut bisa saja mengandung hal berbahaya.

Setidaknya itulah yang dialami oleh Julien, seorang pengembang aplikasi yang membuat dan mengelola salah satu aplikasi audio. Aplikasinya sudah diunduh lebih dari jutaan kali dan ratusan ribu ulasan positif. Namun, ia juga menerima banyak email yang mengatakan bahwa aplikasinya menguras baterai dan memakan lebih banyak data dari yang dibutuhkan.


BACA JUGA

Tinder ingin hindari pajak dari Google

Kaspersky temukan FaceApp palsu disertai adware

Aplikasi Zenius kini tersedia di Play Store


Usut punya usut, ternyata ada aktivitas pembajakan iklan yang bersembunyi di aplikasinya. Sang pembajak menempatkan iklan video di balik iklan banner. Video tersebut akan berjalan tanpa sepengetahuan pengguna. Hasilnya, baterai menjadi cepat habis dan tentunya, aplikasi yang bersangkutan menjadi haus kuota data.

Dilansir dari Buzzfeed (22/3), ini merupakan salah satu cara penipu untuk menyedot uang dari industri periklanan digital. Kabarnya uang senilai USD20 miliar berhasil diserap dari aksi penipuan tersebut.

Menurut Buzzfeed, skema penipuan dalam kasus Julien, ia menjual slot iklan banner yang akan muncul dalam aplikasi, dan tentunya dapat dilihat oleh penggunanya. Kemudian, penipu datang dan menempatkan video yang akan mulai secara otomatis dibalik iklan tersebut. Nah, video ini tidak dapat dilihat oleh pengguna. Kendati begitu iklan video itu terhitung sudah aktif dan dilihat pengguna. Hasilnya, uang yang tadinya akan mengalir ke pengiklan, justru diambil oleh penyisip video itu.

Untuk diketahui, persoalan ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Protected Media, perusahaan yang mengembangkan sistem untuk mendeteksi bot atau penipuan digital mencatat aktivitas video tersembunyi itu pada Oktober 2018.

Kendati masih menggunakan teknik lawas, namun perusahaan tersebut melihat adanya peningkatan jumlah iklan semacam itu. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Aniview, perusahaan iklan digital asal Israel dan anak perusahaannya, OutStream Media diduga merupakan pihak yang melakukan hal tersebut. Pasalnya iklan video itu menggunakan server Aniview.

Hingga saat ini, Buzzfeed melaporkan bahwa jajaran Aniview menolak tuduhan tersebut. Mereka malahan menyalahkan pihak ketiga yang sengaja menggunakan server Aniview untuk melakukan hal tersebut.

Nah, ada cara yang digagas Buzzfeed untuk mengetahui penipuan iklan jenis ini. Jika terdapat iklan dengan gambar-gambar umum, seperti Coca Cola, M&M’s, McDonald’s atau bahkan Disney. Apabila ketika  iklan tersebut diakses dan justru menampilkan tampilan awal Google Play Store, maka dapat dipastikan kalau itu bukanlah iklan asli alias merupakan bentuk penipuan. Jika sudah begitu, ada baiknya langsung menghapus aplikasi tersebut, atau melaporkannya kepada pengembang aplikasi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: