Waspada, pembaruan perangkat lunak Asus ditunggangi malware

Anehnya, saat ini para peneliti masih belum menemukan kegunaan dari malware ini, selain hanya untuk mengunduh lebih banyak malware di beberapa komputer tertentu.

Waspada, pembaruan perangkat lunak Asus ditunggangi malware Ilustrasi perangkat Asus

Para pengguna laptop Asus harap waspada! Para peneliti di perusahaan cybersecurity Kaspersky Lab menyatakan bahwa pembaruan perangkat lunak Asus ditengarai telah ditunggangi malware.

Dalam sebuah pernyataan, pihak Kaspersky mengatakan bahwa sekitar 1 juta komputer berbasis Windows rentan terkena serangan malware. Malware tersebut disamarkan sebagai pembaruan perangkat lunak "kritis", yang didistribusikan dari server Asus, dan ditandatangani menggunakan sertifikat Asus.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Asus resmi boyong ROG Phone 2, harga mulai dari Rp8,499 juta

Asus ZenFone 5Z kebagian pembaruan Android 10

Kualitas audio ROG Phone II duduki posisi 4 DXOMark


Sayangnya, The Verge (26/3) menjelaskan, para peneliti masih belum menemukan kegunaan malware tersebut. Yang jelas, para peretas menargetkan pelanggan Asus tertentu. Malware tersebut memasukkan instruksi khusus untuk 600 sistem, untuk diidentifikasi oleh alamat MAC tertentu.

Setelah salah satu dari sistem itu terdeteksi, pembaruan kemudian akan menginstal lebih banyak program jahat untuk melakukan tahapan selanjutnya. Saat ini, Kaspersky menamakan serangan itu sebagai "ShadowHammer".

Hingga saat ini, pihak Asus menepis adanya hal tersebut. Namun, mereka mengakui sudah dihubungi pihak Kaspersky terkait masalah tersebut. Mereka mengatakan akan memberikan keterangan lebih lanjut secepatnya.

Untuk isu ini, tim internal ASUS sudah melakukan pendalaman untuk menemukan solusinya. Belum ada kepastian dan informasi spesifik terkait dampaknya terhadap pengguna notebook ASUS di Indonesia.

"Tetapi akan kami informasikan setelah kami mendapatkan informasi lengkap dari pihak headquarter," ujar Muhammad Firman selaku Head of Public Relation and E-Marketing Asus Indonesia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: