sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
Rabu, 21 Jul 2021 12:12 WIB

Twitter tengah uji perubahan fitur TweetDeck

Perubahan Tweetdeck yang tengah diuji akan menyajikan beberapa fitur baru. Twitter juga berencana akan mengubah TweetDeck menjadi layanan berlangganan.

Twitter tengah uji perubahan fitur TweetDeck
Credit: Twitter

Twitter mengumumkan hari ini bahwa mereka akan mulai menguji serangkaian fitur baru untuk TweetDeck, salah satu versi dari platform media sosial milik perusahaan yang sering diabaikan. Tweetdeck sengaja dirancang untuk kalangan professional dari pengguna Twitter. Selain itu, dilansir dari Techcrunch (21/7), Twitter juga akan mengubah Tweetdeck menjadi layanan berlangganan baru.

Menurut postingan dari Kepala Produk Twitter, Kayvon Beykpour, mengungkapkan jika Tweetdeck yang diperbarui akan mencakup komposer tweet yang lebih lengkap, pencarian lanjutan yang lebih baru, versi klien Twitter yang diperbarui akan mencakup komposer tweet lengkap, fitur pencarian lanjutan baru, jenis kolom baru, dan cara baru untuk mengelompokkan kolom ke dalam ruang kerja yang lebih rapi.

Beykpour awal tahun ini sebenarnya telah mengungkapkan rencana Twitter untuk memperkenalkan TweetDeck yang diperbarui. Sekarang perusahaan tengah menguji fitur baru yang akan dihadirkan dalam TweetDeck. Ini seperti komposer tweet baru yang akan memungkinkan untuk menambahkan GIF, polling, atau emoji ke tweet. Komposer tweet baru juga dapat mengelola tweet agar dapat terunggah sesuai jadwal yang diinginkan, bukan hanya untuk foto atau video, seperti sebelumnya. Pengguna juga akan dapat menulis thread dan menandai gambar.

Untuk pilihan pada kolom, pengguna akan dapat mengakses jenis kolom baru termasuk Profile, Topic, Explore, Events, Moments, dan Bookmarks. Tapi, untuk menghadirkan jenis kolom tersebut ada beberapa kolom lain yang dihapus, seperti Activity, Followers, Likes, dan Outbox. Kemudian untuk fitur pencarian lanjutan baru, ini akan memungkinkan pengguna untuk memilih antara melihat tweet terbaru atau teratas di kolom pertama.

Tapi, salah satu tambahan baru di TweetDeck yang tampaknya lebih cerdas adalah fitur Deck. Ini memungkinkan pengguna untuk mengelola kumpulan kolom ke ruang kerja terpisah. Deck dapat membantu pengguna yang ingin membuat ruang kerja secara banyak, yang bisa menyesuaikan dengan tema tertentu dari kumpulan kolom.

 

 

Sementara itu, terlepas manfaat yang dapat diberikan dari beberapa perubahan, sayangnya terdapat juga tanggapan yang tidak terlalu positif dari penguji yang memperoleh akses ke TweetDeck baru. Pengguna banyak yang mengeluh tentang hilangnya pilihan Activity pada kolom. Padahal pilihan Activity dapat menunjukkan aktivitas pengguna, seperti memfavoritkan tweet atau mengikuti pengguna lain. Selain itu, keluhan juga diberikan pada hilangnya Outbox di pilihan kolom.

Seorang pengguna juga mengatakan apabila TweetDeck hanya seperti Twitter pada umumnya, hanya saja dengan tampilan kolom lebih banyak. Lebih buruk lagi, postingan dari Twitter sendiri tentang pembaruan di TweetDeck, menunjukkan dimensi kolom yang lebar dan gambar foto yang sangat besar, dimana bisa menghabiskan terlalu banyak ruang. Ini tentu menjadi jenis perubahan yang akan merusak pengalaman membaca informasi secara padat, yang disukai sebagian besar pengguna TweetDeck.

Sementara itu, seorang teknisi Twitter, Angelo Tomasco, mengklarifikasi bahwa perubahan tidak hanya tentang membuat TweetDeck lebih mirip Twitter. Perubahan ini dilakukan untuk dapat menyediakan infrastruktur pembaruan di TweetDeck agar bisa mengejar ketertinggalan dengan Twitter. Sehingga, para pengembang TweetDeck bisa leluasa membangun fitur baru dengan menanggapi umpan balik dari pengguna.

Perusahaan juga mengatakan apabila TweetDeck yang hadir untuk diuji ini bukan merupakan versi final. Twitter mengatakan akan meluncurkan ini ke sekelompok kecil orang yang dipilih secara acak di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia untuk memulai pengujian perubahan TweetDeck. Twitter juga mengatakan akan mendengarkan dan menanggapi umpan balik pengguna tentang perubahan tersebut. Ini memang sangat diperlukan apabila Twitter berencana menjadikan TweetDeck sebagai layanan berlangganan.

Tag
Share
×
tekid
back to top